JAKARTA, AFU.ID — Paul Innes Dougan, pria asal Inggris, tewas setelah dikeroyok empat warga negara Australia di sebuah tempat hiburan malam di Kuta, Badung, Bali. Pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 02.00 WITA. Paul sempat menjalani perawatan medis selama hampir dua pekan sebelum dinyatakan meninggal di Rumah Sakit BIMC pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Peristiwa bermula saat Paul berada di One Tribe One Life Lounge and Cafe, kawasan Kuta. Ia melihat seorang pria Australia yang memukul seorang perempuan sehingga berusaha menegurnya. Teguran tersebut justru memicu kemarahan hingga Paul dikeroyok empat pria dan mengalami luka serius.
Usai kejadian, Paul kembali ke Gora Beach Inn tempatnya menginap tanpa langsung mendapat perawatan di rumah sakit. Anaknya, Liam Michael Dougan, mendapati kondisi Paul lebam pada bagian kanan wajah dan kesulitan berjalan saat menemuinya. Kondisinya terus memburuk hingga pada hari Sabtu, 8 Agustus Paul dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Murni Teguh sebelum dipindahkan ke RS BIMC untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Kasus tersebut mencuat setelah Liam mengunggah kondisi ayahnya melalui media sosial. Polisi lalu memeriksa sejumlah saksi, rekaman CCTV, video di lokasi, dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari penyelidikan itu, polisi mengidentifikasi empat pria Australia berinisial RGG, PAM, JRM, dan TRZ sebagai terduga pelaku. Keempat terduga pelaku tercatat telah meninggalkan Indonesia sehari setelah kejadian, yakni pada 6 Agustus 2026.
Data perlintasan keimigrasian menunjukkan mereka terbang dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju Australia. Polisi kini berkoordinasi dengan pihak Konsulat dan Kedutaan Besar Australia untuk menindaklanjuti keberadaan keempatnya. Paul dinyatakan meninggal dunia di RS BIMC. Jenazahnya dipindahkan ke RSU Dharma Yadnya sambil menunggu proses penanganan bersama keluarga dan perwakilan konsulat.
“Kami masih mendalami hubungan antara kondisi medis korban dengan peristiwa dugaan penganiayaan tersebut,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Leonardo David Simatupang. Penyidik juga berkoordinasi dengan dokter forensik dan pihak rumah sakit untuk memastikan penyebab pasti kematian. Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian sebelum seluruh bukti, rekam medis, dan hasil pemeriksaan forensik diperoleh. (RAI)