JAKARTA, AFU.ID — Jagat media sosial diramaikan oleh beredarnya serangkaian rekaman video yang mengarah pada dugaan keterlibatan Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bau (GRIB) Jaya pimpinan Rosario de Marshall alias Hercules dalam aksi kericuhan di sekitar Pejompongan dan kawasan Gedung DPR pada Kamis malam, 27 Agustus 2026. Bukti-bukti visual yang diunggah para pengguna jalan dan warganet memperlihatkan pergerakan massa dalam jumlah besar hingga aksi kekerasan fisik di lapangan, yang berseberangan dengan bantahan resmi pihak organisasi.
Salah satu bukti video yang memicu sorotan publik diunggah oleh akun akun X (Twitter) @punkpinggiran, memperlihatkan konvoi sekitar lima unit truk bak terbuka memuat massa GRIB Jaya yang keluar dari markas mereka di kawasan Kedoya, Jakarta Barat. Keberadaan rombongan ini semakin dipertanyakan setelah akun @serabutannn membagikan dua rekaman video terpisah.
Rekaman pertama dari CCTV Jasa Marga memperlihatkan rombongan truk bak terbuka yang sarat muatan penumpang dibiarkan melenggang masuk ke jalan tol, sementara rekaman kedua milik warga memperlihatkan pergerakan pergerakan pasukan GRIB Jaya yang diduga mendapat pengawalan dari aparat Brimob.
Keterlibatan massa di lapangan juga dikuatkan oleh kesaksian pengemudi ojek online (ojol) yang diunggah melalui akun YouTube Ade Display. Dalam video singkat tersebut, seorang pengemudi ojol yang mengenakan jaket hijau mengungkapkan rasa geramnya atas aksi penyerangan sekelompok orang yang mengatasnamakan GRIB Jaya.
"Kita bukan bentrok sama polisi aja, ini dari ormas enggak dikenal yang teriak GRIB Jaya sudah nyerang ojol. Ada berapa ojol jadi korban," ujar pengemudi ojol tersebut, dikutip Minggu (30/8/2026). Dalam rekaman itu sang pengemudi ojol tampak panik usai rekan sejawatnya dipukuli.
Ia menceritakan bahwa massa ormas tersebut datang menggunakan armada truk melewati jalan tol dan langsung melakukan tindakan provokatif di jalan raya.Tidak hanya kesaksian warga, rekaman video yang diunggah akun @AlwiHusin memperlihatkan kehadiran Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules, secara langsung di lokasi kejadian.
Hercules tampak turun dari mobil pribadi dan memimpin langsung pergerakan massanya yang kemudian mengejar para demonstran di sepanjang pinggir jalan tol pada Kamis malam. Di saat bersamaan, akun @netizenledger membagikan rekaman mengerikan yang memperlihatkan sekelompok orang diduga anggota ormas GRIB melakukan penganiayaan dengan memukul menggunakan kayu, menyeret, serta menendang kepala seorang pelajar SMA bernama Fatur yang sudah tak berdaya di kawasan Petamburan pada Jumat dini hari, (28/8/2026).
Video lain juga mengungkapkan kekerasan yang dialami korban bernama Bambang Setiawan (59), seorang penjual cermin warga Pejompongan. Bambang akhirnya meninggal dunia akibat penganiayaan yang diduga dilakukan massa dari GRIB itu. Dalam rekaman video yang dibagikan netizen, tampak seorang tua, diinjak, dipukuli menggunakan kayu dan batu, hingga ditelanjangi oleh sekelompok pria berkaos hitam.
Pria paruh baya dalam rekaman itu kemudian dikenali sebagai Bambang, oleh anaknya sendiri yang mendapatkan kiriman video penganiayaan tersebut. Jasad Bambang kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.
Insiden tersebut juga memicu reaksi keras dari Habib Bahar Bin Smith yang mendatangi korban di rumah sakit dan melontarkan tantangan terbuka agar tidak ada pihak yang menindas masyarakat kecil. "Heh, buat preman-preman itu semua, kumpulin mereka semua menjadi satu preman-preman, siapa pun yang berbuat kemungkaran, kumpulin semuanya. Kalian lawan ana (saya)," tegas Bahar.
Menanggapi gelombang tuduhan tersebut, Divisi Hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, memberikan klarifikasi resmi. Ia membenarkan keberadaan Hercules di lokasi, namun meminta masyarakat melihat situasi secara utuh dan tidak mengambil kesimpulan dari potongan video sepihak.
Wilson menegaskan bahwa kehadiran Hercules merupakan bentuk upaya persuasif untuk memantau situasi dan menjaga kondusivitas lingkungan, bukan untuk melakukan provokasi atau benturan fisik. Secara organisatoris, ia menyatakan tidak pernah ada instruksi resmi dari DPP GRIB Jaya untuk menerjunkan massa dalam aksi demonstrasi tersebut.
Wilson menambahkan bahwa imbauan "pulang, pulang" yang dilontarkan Hercules di lokasi adalah ajakan preventif agar masyarakat membubarkan diri secara damai karena batas waktu penyampaian aspirasi telah habis. Pihaknya menyayangkan narasi framing negatif di media sosial dan meminta agar kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada Aparat Penegak Hukum (APH) berdasarkan fakta dan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyatakan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan verifikasi fakta di lapangan terkait dugaan keterlibatan ormas maupun keberadaan Hercules guna mengantisipasi maraknya disinformasi dan berita hoaks di ruang digital. (MAR)