CCTV di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, rusak akibat kericuhan setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026. Kerusakan tersebut terjadi saat dua pria diduga merusak kamera pengawas tersebut di tengah situasi yang memanas, sementara aparat kepolisian masih melakukan penyisiran terhadap massa. Kericuhan meluas hingga ke lampu merah Slipi, di mana polisi terpaksa membubarkan massa dengan gas air mata akibat upaya anarkistis, termasuk pembakaran pos polisi dan upaya pembakaran di halte Transjakarta.
Ribuan massa masih berkumpul dan terlibat bentrok dengan polisi di Kawasan Slipi dan Pejompongan, Kamis. (27/8/2026)
JAKARTA, AFU.ID — Kamera pengawas atau CCTV di kawasan Jalan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengalami kerusakan di tengah kericuhan yang terjadi setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis (27/8/2026) malam. Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 22.43 WIB, CCTV yang terpasang pada tiang di kawasan Jalan Pejompongan terlihat dalam kondisi rusak.
Kabel yang terhubung ke kamera tersebut tampak putus. Seorang polisi yang berada di lokasi membenarkan kerusakan pada kamera pengawas tersebut. "Iya, itu CCTV yang dirusak," kata polisi tersebut. Kerusakan CCTV itu diduga terjadi saat situasi di kawasan Pejompongan memanas. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan dua pria mendekati kamera pengawas yang terpasang di tiang dengan cara memanjat.
Dalam video tersebut, kedua pria itu terlihat melakukan tindakan terhadap CCTV hingga kamera pengawas tersebut mengalami kerusakan. Pantauan AFU.ID di sekitar lokasi juga mendapati aparat kepolisian masih melakukan penyisiran terhadap massa yang berada di kawasan Pejompongan. Sejumlah kendaraan yang hendak melintas dari arah Palmerah menuju Pejompongan turut dihalau oleh petugas.
Pengendara kemudian diarahkan untuk memutar balik. Kericuhan juga terjadi di sekitar lampu merah Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. Polisi terlihat melakukan pembubaran massa dengan menembakkan gas air mata. Situasi semakin memanas setelah sebagian massa diduga berupaya melakukan tindakan anarkistis dengan membakar pos polisi di kawasan Slipi.
Selain itu, massa juga sempat bergerak ke arah halte Transjakarta dan muncul upaya untuk melakukan pembakaran. Hingga Kamis malam, aparat masih melakukan pengamanan dan penyisiran di sejumlah titik yang terdampak kericuhan setelah aksi demonstrasi 27 Agustus. (FAD)