JAKARTA, AFU.ID — Arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, masih terpantau aman pada Kamis (27/8/26). Namun, akses keluar Slipi KM 09+650 Ruas Tol Dalam Kota arah Grogol ditutup sementara secara situasional sejak pukul 07.43 WIB. Penutupan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan akibat aksi demonstrasi di kawasan parlemen. Penutupan tersebut tidak berlaku untuk seluruh Ruas Tol Dalam Kota. Pengguna jalan masih dapat melintasi ruas tol dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Jasa Marga mengimbau pengendara menggunakan akses alternatif seperti Gerbang Tol Tomang, Tanjung Duren, atau akses terdekat lainnya.
Jasamarga Metropolitan Tollroad meminta pengguna jalan mengantisipasi perjalanan di sekitar Semanggi dan Senayan. Pengendara juga diminta menjaga jarak aman, tidak berhenti di bahu jalan, serta mengikuti arahan petugas. Pengaturan lalu lintas dilakukan bersama kepolisian secara situasional. Sementara itu, operasional Commuter Line Jabodetabek masih berjalan normal. KAI Commuter mengoperasikan 1.065 perjalanan pada Kamis ini dan menyiagakan 126 personel gabungan di lima stasiun strategis. Sebanyak 20 personel ditempatkan di Stasiun Palmerah.
KAI Commuter mencatat 75.552 pengguna telah menggunakan layanan Commuter Line hingga pagi hari. Jumlah tersebut turun 15,7 persen dibandingkan periode yang sama pada Kamis pekan sebelumnya. KAI tetap menyiapkan rekayasa pola operasi apabila situasi di lintasan berubah. Stasiun Palmerah masih dibuka dan melayani penumpang. Namun, layanan Transjakarta rute 1B Stasiun Palmerah–Transport Hub Dukuh Atas dan rute 1F Stasiun Palmerah–Bundaran Senayan dihentikan sementara. Penghentian kedua rute tersebut dilakukan karena kondisi jalan di sekitar Gedung DPR/MPR.
Penumpang KRL diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi perjalanan melalui aplikasi C-Access, media sosial @commuterline, atau layanan call center 021-121. Masyarakat yang hendak melintas di sekitar Senayan dan kompleks parlemen juga diimbau menyesuaikan waktu perjalanan. (RHU)