JAKARTA, AFU.ID — Jalan Jenderal Gatot Subroto arah Slipi yang melintasi depan Gedung DPR/MPR RI ditutup pada Kamis (27/8/2026) pagi. Penyekatan telah diberlakukan ketika massa aksi mulai memenuhi kawasan tersebut sekitar pukul 05.40 WIB. Kendaraan dari arah Semanggi tidak dapat melanjutkan perjalanan melewati gerbang utama DPR. Pengendara diarahkan menuju Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Patal Senayan, atau menggunakan Tol Dalam Kota.
Penutupan dilakukan menggunakan water barrier dan penghalang yang dipasang melintang di badan jalan. Kendaraan roda dua maupun roda empat harus berbelok atau memutar sebelum mencapai lokasi konsentrasi massa. Belum diketahui sampai pukul berapa jalur arteri tersebut akan ditutup.
Jalan Gerbang Pemuda menjadi salah satu titik yang perlu diwaspadai karena menerima limpahan kendaraan dari Gatot Subroto. Kepadatan berpotensi bertambah akibat keberadaan bus peserta aksi dan kendaraan pengemudi ojek online di sekitar kawasan Senayan Park. Perlambatan juga dapat terjadi pada akses menuju Jalan Asia Afrika dan Pintu 10 Gelora Bung Karno.
Jalan Gelora, Jalan Palmerah Timur, dan Jalan Tentara Pelajar menjadi jalur berikutnya yang berpotensi menerima tambahan kendaraan. Arus dari kawasan Senayan yang menghindari penutupan dapat bergerak melalui ruas-ruas tersebut menuju Palmerah dan Slipi. Pengendara disarankan tidak hanya menghindari depan Gedung DPR, tetapi juga memperhitungkan kepadatan di jalan-jalan penghubungnya.
Massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) tiba menggunakan lima bus sekitar pukul 04.00 WIB. Sebagian peserta langsung menuju depan Gedung DPR, sedangkan lainnya menunggu di dalam bus atau kawasan Gelora Bung Karno. Pengemudi ojek online juga telah terlihat bergabung dengan massa sejak malam sebelumnya.
Jumlah kendaraan menuju Senayan diperkirakan masih bertambah menjelang aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) menjadwalkan keberangkatan massa bermotor dari Jalan Margonda Raya sekitar pukul 09.00 WIB. Rombongan tersebut diperkirakan melewati Lenteng Agung, Pasar Minggu, dan Pancoran sebelum menuju kompleks parlemen.
Pergerakan rombongan dari Depok berpotensi menimbulkan perlambatan pada koridor Margonda–Lenteng Agung–Pasar Minggu–Pancoran. Kepadatan dapat bergeser menuju Semanggi dan Senayan ketika rombongan mendekati lokasi demonstrasi. Waktu kedatangan dapat berubah mengikuti kondisi perjalanan dan pengaturan petugas.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiagakan 120 petugas untuk menjaga kelancaran arus selama demonstrasi. Sebanyak 60 petugas bertugas pada pukul 07.00–13.00 WIB dan 60 petugas lainnya pada pukul 13.00–19.00 WIB. Mereka ditempatkan di sejumlah persimpangan yang diperkirakan menerima limpahan kendaraan.
Sepuluh titik pengaturan berada di Simpang Senayan arah Bundaran Senayan, FX Sudirman, lampu lalu lintas Fairmont, Patal Senayan, Pintu 10 GBK, Hotel Mulia, Simpang Palmerah, Masjid Babah Alun, Ladokgi, serta kolong Ladokgi. Empat mobil derek juga disiagakan di Pintu 10 GBK, bawah Flyover Ladokgi, Hotel Mulia, dan FX Sudirman.
Pengendara dari arah Semanggi yang menuju Slipi dapat mengikuti pengalihan melalui Gerbang Pemuda, Asia Afrika, Patal Senayan, dan Tentara Pelajar sesuai arahan petugas. Kendaraan roda empat juga dapat menggunakan Tol Dalam Kota selama akses tetap dibuka. Jalan Jenderal Sudirman dan KH Mas Mansyur dapat dipertimbangkan bagi pengendara yang ingin menghindari kawasan Senayan secara lebih luas.
Rekayasa lalu lintas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti jumlah massa dan kepadatan kendaraan. Penutupan atau pengalihan tambahan belum diberlakukan secara permanen pada seluruh ruas di sekitar DPR. Pengguna jalan disarankan memantau kondisi terbaru dan menyediakan waktu perjalanan lebih panjang sebelum melintasi Senayan, Palmerah, Slipi, maupun Semanggi. (RHU)