JAKARTA, AFU.ID — Massa aksi gabungan mahasiswa dan lembaga masyarakat bergerak menuju gerbang utama Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/26) sekitar pukul 14.40 WIB. Rombongan tersebut berasal dari Universitas Terbuka (UT), Bina Sarana Informatika (BSI), Universitas Pamulang, serta sejumlah aliansi masyarakat. Kedatangan mereka berlangsung setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) meninggalkan lokasi demonstrasi.
Rombongan diawali barisan peserta yang membentangkan bendera Merah Putih berukuran panjang di atas kepala. Di belakangnya, mahasiswa dan perwakilan lembaga masyarakat berjalan menuju kawasan gedung parlemen. Masing-masing kelompok membawa agenda dan tuntutan yang berbeda.
Kedatangan massa gabungan tersebut berlangsung setelah AMPB membubarkan diri. Massa asal Pati mengakhiri aksi setelah menerima respons pimpinan DPR RI terkait tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset. Dalam audiensi sebelumnya, pimpinan DPR menyatakan komitmen mendorong penyelesaian RUU tersebut paling lambat 15 Desember 2026.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto mengatakan pihaknya memperkirakan ada 200 hingga 250 mahasiswa yang mengikuti aksi pada sore hari. Ia menyebut massa berasal dari Universitas Terbuka dan sejumlah aliansi badan eksekutif mahasiswa. “Untuk massa lebih kurang bergeser antara 200 sampai dengan 250 mahasiswa,” ujar Budi di lokasi.
Polda Metro Jaya telah menyiapkan sejumlah titik aksi di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Khusus di depan gedung, terdapat dua titik yang disiapkan untuk menampung massa. Penyiapan titik tersebut dilakukan agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung teratur.
Budi mengatakan polisi akan memfasilitasi dan mengawal massa selama menyampaikan aspirasi. “Kami akan kawal secara bersama agar aspirasi ini dapat tersampaikan dengan baik, aman, damai, dan sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya. Polisi juga mengimbau seluruh peserta menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, massa gabungan masih bergerak menuju gerbang utama Gedung DPR/MPR RI. Belum ada informasi mengenai tuntutan rinci yang disampaikan setiap kelompok. Aparat kepolisian masih melakukan pengaturan massa dan lalu lintas di sekitar lokasi. (RHU)