PT Kereta Api Indonesia (KAI) menarik tujuh unit kereta rel listrik (KRL) buatan PT Industri Kereta Api (INKA) setelah ditemukan komponen yang berpotensi mengalami kelelahan material, yang dapat mengganggu operasional kereta. Meskipun dua dari tujuh trainset telah kembali beroperasi setelah perawatan, KAI masih menunggu sembilan unit KRL lainnya yang terlambat diterima, dengan penundaan lebih dari satu tahun. KAI memproyeksikan pengadaan 35 unit KRL baru pada tahun 2023, yang terdiri dari unit-unit yang diimpor dan diproduksi oleh INKA.
Arsip foto - Sejumlah penumpang menunggu kedatangan KRL Commuter Line Manggarai-Bogor di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (1/11/2023). ANTARA FOTO/Tri Meilani Ameliya
JAKARTA, AFU.ID — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menarik tujuh trainset kereta rel listrik (KRL) buatan PT Industri Kereta Api (INKA) setelah menemukan komponen yang berpotensi mengalami kelelahan material atau fatigue. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan temuan tersebut muncul saat pemeriksaan terhadap rangkaian KRL. Komponen tersebut dinilai berpotensi mengganggu operasional kereta.
"Kami terpaksa me-recall 7 unit trainset di INKA. Karena kami menemukan ketika melakukan pengecekan, itu ada komponen yang mempunyai potensi fatigue, yang mempunyai potensi untuk mengganggu operasional dari kereta ini," ujar Bobby dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/9/2026). KAI kemudian menarik tujuh trainset tersebut untuk diperiksa dan ditangani bersama INKA.
Bobby mengatakan KAI dan INKA telah menemukan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Ada satu komponen yang perlu ditingkatkan sebelum rangkaian kembali digunakan. "Kami sudah menemukan ada satu komponen yang memang kita harus tingkatkan. Alhamdulillah, kami sudah dengan PT INKA sudah memiliki solusinya," katanya.
Perawatan dan perbaikan terhadap tujuh trainset dilakukan secara bertahap. Bobby mengatakan satu trainset telah kembali beroperasi sekitar dua hingga tiga hari sebelum rapat dengan Komisi VI DPR RI. Satu trainset lainnya dijadwalkan kembali beroperasi pada Rabu (23/9/2026). "Sudah satu trainset yang kita rilis untuk kembali beroperasi. Hari ini kita akan rilis satu trainset lagi yang sudah selesai melakukan perawatan," ujar Bobby.
Artinya, dua dari tujuh trainset yang ditarik mulai kembali dioperasikan setelah menjalani perawatan dan perbaikan. Persoalan KRL produksi INKA tidak hanya terkait tujuh trainset yang ditarik untuk pemeriksaan. KAI juga masih menunggu sembilan unit KRL yang belum diterima. Bobby mengatakan KAI pada 2023 memproyeksikan pengadaan 35 sarana KRL baru.
Rinciannya, 11 unit diimpor dari CRRC China, 16 unit diproduksi INKA, sedangkan delapan unit lainnya belum dipesan. Dari 16 KRL yang diproduksi INKA, baru tujuh unit yang telah beroperasi. Sembilan unit lainnya belum diterima KAI. "9 unitnya ini belum kita terima, jadi ada keterlambatan lebih dari satu tahun," kata Bobby. (FAD)