JAKARTA, AFU.ID — KAI Commuter mengurangi 17 perjalanan KRL rute Jakarta Kota-Bogor setelah menghentikan sementara operasional rangkaian KRL seri iE305 produksi PT Industri Kereta Api (INKA) untuk menjalani perawatan. Pengurangan perjalanan tersebut dilakukan setelah rangkaian KRL yang sama mengalami dua kali anjlok pada Jumat (4/9/2026), yakni di Stasiun Jakarta Kota pada pagi hari dan Stasiun Manggarai pada siang harinya. Rangkaian tersebut kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.
Lantas, mengapa perawatan satu rangkaian KRL bisa menyebabkan belasan perjalanan dibatalkan? KRL seri iE305 atau CLI-225 merupakan rangkaian produksi INKA yang mulai melayani penumpang rute Jakarta Kota-Bogor pada 16 Desember 2025. Rangkaian ini terdiri atas 12 kereta atau Single Formation 12 (SF12) dan dilengkapi dua ruang masinis. Setiap kereta memiliki kapasitas rata-rata 283 penumpang. Sebelum digunakan untuk melayani penumpang, KRL tersebut telah menjalani sejumlah pengujian, mulai dari uji konstruksi, uji statis, uji dinamis, hingga uji endurance.
Dari sisi teknologi, KRL iE305 menggunakan sistem traksi Variable Voltage Variable Frequency (VVVF) serta Train Monitoring System (TMS). Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pemantauan dan pengoperasian kereta secara terpusat. KRL Jabodetabek beroperasi dengan jumlah rangkaian yang terbatas untuk memenuhi jadwal perjalanan harian. Ketika satu rangkaian harus dikeluarkan dari layanan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan, rangkaian tersebut tidak dapat digunakan untuk perjalanan yang sebelumnya sudah masuk dalam jadwal.
Akibatnya, KAI Commuter harus melakukan penyesuaian jadwal dan membatalkan sejumlah perjalanan untuk menjaga operasional tetap berjalan. Dalam kasus KRL iE305, KAI Commuter mengurangi 17 perjalanan pada lintas Jakarta Kota-Bogor. Sebanyak tujuh perjalanan dari Bogor, Cilebut, dan Depok menuju Manggarai atau Jakarta Kota serta lima perjalanan dari Jakarta Kota menuju Bogor dibatalkan pada pagi hari. Sementara pada sore hari, terdapat dua perjalanan dari Manggarai menuju Bogor dan tiga perjalanan dari Bogor yang juga dibatalkan. Dengan pengurangan tersebut, jumlah perjalanan KRL Jabodetabek turun dari 1.065 perjalanan menjadi 1.048 perjalanan per hari.
Apa yang Terjadi pada KRL Buatan INKA?
Rangkaian KRL iE305 mengalami gangguan yang menjadi perhatian sejak mulai beroperasi. Pada 29 Desember 2025, misalnya, KAI Commuter mengungkap adanya gangguan pada bagian pintu rangkaian tersebut. Saat itu, teknisi INKA ikut mendampingi pengoperasian KRL untuk merespons apabila terjadi kendala teknis. KAI Commuter juga menyatakan gangguan pada pintu tersebut telah dikoordinasikan dengan INKA untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan.
Peristiwa yang lebih serius terjadi pada 4 September 2026. KRL iE305 mengalami anjlok di Stasiun Jakarta Kota pada pagi hari. Pada hari yang sama, rangkaian yang sama kembali mengalami anjlok di Stasiun Manggarai ketika hendak dibawa menuju Balai Yasa Manggarai untuk menjalani pemeriksaan. "Anjloknya sarana Commuter Line di Stasiun Manggarai pada Jumat siang, (4/9) adalah rangkaian sarana Commuter Line yang sama sebelumnya mengalami insiden anjlok di Stasiun Jakarta Kota pada pagi harinya," kata Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, Sabtu (5/9/2026). Dua kejadian tersebut kemudian membuat KAI Commuter menghentikan sementara operasional rangkaian iE305 untuk menjalani perawatan.
INKA menyatakan ikut bertanggung jawab dalam proses pemeriksaan dan perawatan KRL iE305 yang diproduksinya. SM Corporate Communication dan Representative Office PT INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, mengatakan tim engineering dan quality assurance INKA turun langsung bersama KAI Commuter untuk memeriksa rangkaian tersebut. Pemeriksaan atau general check up dilakukan terhadap berbagai komponen, termasuk sistem bogie, sistem propulsi, serta komponen lain yang berkaitan dengan keselamatan perjalanan.
"Sejak awal proses ini berlangsung, tim engineering dan quality assurance kami sudah terjun langsung bersama tim KAI Commuter untuk memastikan setiap komponen, termasuk bogie dan sistem propulsi, berfungsi optimal," ujar Nanang.
Menurut INKA, perawatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab produsen untuk memastikan rangkaian memenuhi standar keselamatan dan keandalan sebelum kembali digunakan untuk mengangkut penumpang. Yang dapat dipastikan dari keterangan KAI Commuter adalah operasional rangkaian iE305 dihentikan sementara untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan setelah mengalami dua kali anjlok dalam satu hari.
Namun, belum dapat disimpulkan bahwa terdapat satu komponen tertentu pada KRL tersebut yang menjadi penyebab anjlok. Pemeriksaan dan investigasi diperlukan untuk mengetahui penyebab teknis kejadian tersebut. Dampak langsung yang sudah terjadi adalah berkurangnya armada yang dapat dioperasikan KAI Commuter. Karena itu, 17 perjalanan pada lintas Jakarta Kota-Bogor harus dikurangi sementara agar operasional tetap dapat berjalan dengan mempertimbangkan keselamatan dan keamanan penumpang. (EER)