Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Gempa M5,5 Guncang Selatan Bayah Banten, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Pada Senin, 14 September 2026, wilayah selatan Bayah, Banten, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,5 dengan kedalaman 31 kilometer, yang episenternya berada di laut sekitar 191 kilometer barat daya Bayah. Guncangan dirasakan hingga Pandeglang, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami dan belum ada laporan tentang gempa susulan. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayai informasi resmi dari mereka.
Ilustrasi - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah selatan Bayah, Banten, pada Senin (14/9/2026) pukul 16.27.40 WIB. (dok: shutterstock)
JAKARTA, AFU.ID — Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah selatan Bayah, Banten, pada Senin (14/9/2026) pukul 16.27.40 WIB. Gempa yang semula tercatat bermagnitudo 5,6 itu diperbarui BMKG menjadi M5,5 dengan kedalaman 31 kilometer. Episenternya berada di laut, sekitar 191 kilometer barat daya Bayah, Banten, pada koordinat 8,56° LS dan 105,70° BT.
Guncangan gempa dirasakan hingga Pandeglang membuat sebagian warga merasakan getaran dan benda ringan yang tergantung bergerak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak memicu potensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan. "Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan resminya.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa kali ini dikategorikan sebagai gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan mendatar naik atau oblique thrust fault. Hingga pukul 16.50 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan di sekitar wilayah terdampak.
BMKG masih memantau perkembangan aktivitas seismik dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan. Warga diminta tetap tenang, tidak mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan. "Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website BMKG," tegas Wijayanto. (RAI)