Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Jeriken Bensin Ditemukan di Titik Karhutla Kalimantan, Bupati Pulang Pisau: Sengaja Dibakar
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Sejumlah jeriken berisi bensin ditemukan di dekat titik kebakaran hutan dan lahan di Desa Gohong, Kalimantan Tengah, yang diduga menunjukkan adanya pembakaran lahan secara sengaja. Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa'i, meminta aparat penegak hukum untuk menyelidiki temuan ini, sementara pemerintah provinsi telah menetapkan status tanggap darurat dan menyiapkan anggaran untuk penanganan karhutla. Penanganan kebakaran di lahan gambut menjadi tantangan, mengingat api dapat menjalar ke lapisan dalam tanah dan ketersediaan air di lokasi pemadaman terbatas.
Petugas pemadam kebakaran bersama tim gabungan berjibaku memadamkan sejumlah titik api yang mulai meluas di Kalimantan, Rabu (19/8/2026). Foto istimewa
JAKARTA, AFU.ID—Sejumlah jeriken berisi bensin ditemukan di dekat titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Senin (31/8/2026). Temuan tersebut didapati Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa'i, bersama petugas pemadam saat melakukan patroli di ruas Jalan Trans Kalimantan. Keberadaan jeriken di beberapa lokasi yang terbakar memunculkan indikasi adanya pembakaran lahan secara sengaja.
Ahmad Rifa'i mengatakan, temuan bahan bakar tersebut menjadi tanda awal adanya unsur kesengajaan dalam munculnya sejumlah titik api. Ia meminta aparat penegak hukum segera menelusuri temuan itu untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab. "Ini menjadi temuan kita di lapangan. Ada jeriken yang berisi bahan bakar dan ditemukan di beberapa titik yang terbakar. Ini mengindikasikan adanya kesengajaan dalam pembakaran lahan," kata Rifa'i, Selasa (1/9/2026).
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah memperkuat penanganan karhutla setelah menetapkan status tanggap darurat mulai 31 Agustus hingga 29 September 2026. Sebanyak Rp72 miliar disiapkan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan kebakaran di sejumlah wilayah. Status tersebut memungkinkan koordinasi dan mobilisasi sumber daya diperkuat bersama pemerintah kabupaten/kota, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi terkait.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan, kawasan gambut menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan karhutla karena api dapat menjalar hingga lapisan dalam tanah. Kondisi tersebut membuat pemadaman membutuhkan waktu lebih lama, sementara keterbatasan air menjadi salah satu kendala di lapangan. "Penanganan kebakaran di lahan gambut membutuhkan waktu untuk menjangkau titik api di bagian terdalam. Salah satu kendala yang dihadapi adalah ketersediaan air," ujar Agustiar.
Untuk memperkuat operasi di lapangan, pemerintah daerah telah menerima tambahan peralatan berupa 10 unit ekskavator, sekitar 100 unit pemadam kebakaran, selang air, dan perlengkapan pendukung lainnya. Pemerintah juga mulai merealisasikan pembangunan sumur bor untuk membantu pembasahan lahan gambut sekaligus menyediakan kebutuhan air saat proses pemadaman. Di tengah penanganan tersebut, temuan jeriken bensin di Pulang Pisau kini menjadi perhatian karena diduga berkaitan dengan munculnya titik api dan masih perlu ditindaklanjuti melalui penyelidikan aparat. (RAI)