Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kronologi Pria Loncat ke Rel Tanah Abang, KRL Tujuan Manggarai Mendadak Mengerem, Diduga Alami Gangguan Jiwa
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Seorang pria melompat ke jalur rel di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebelum kedatangan KRL tujuan Manggarai pada Senin (7/9/2026), sehingga masinis harus melakukan pengereman mendadak untuk menghindari tabrakan. Setelah diamankan oleh petugas, pria tersebut menunjukkan indikasi gangguan kesehatan mental dan tidak dapat memberikan keterangan yang jelas, sehingga polisi menghentikan interogasi dan berkoordinasi dengan keluarganya serta Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care untuk penanganan lebih lanjut. Meskipun insiden ini terjadi, perjalanan Commuter Line di peron 2 dapat dilanjutkan tanpa gangguan operasional.
Ilustrasi - Seorang pria melompat ke jalur rel di peron 2 Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, sesaat sebelum KRL tujuan Manggarai memasuki jalur tersebut pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 17.50 WIB. (Dok. KAI)
JAKARTA, AFU.ID— Seorang pria melompat ke jalur rel di peron 2 Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, sesaat sebelum KRL tujuan Manggarai memasuki jalur tersebut pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 17.50 WIB. Masinis yang melihat pria berada di jalur rel langsung melakukan pengereman mendadak untuk mencegah terjadinya tabrakan. Setelah KRL berhenti, pria tersebut segera naik kembali ke atas peron.
Kejadian tersebut membuat masinis berkoordinasi dengan petugas pengamanan Stasiun Tanah Abang. Pria itu langsung diamankan dan dibawa ke pos pengamanan untuk dimintai keterangan mengenai tindakannya. Dalam video yang beredar di media sosial, pria itu terlihat berada di sisi peron sebelum sejumlah petugas menghampirinya. VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan respons cepat masinis membuat perjalanan kereta tetap dapat dilanjutkan tanpa gangguan operasional.
"Usai pengereman, yang bersangkutan segera melompat kembali ke atas peron," ujar Karina dalam keterangannya. Karina menambahkan, perjalanan Commuter Line di peron 2 kembali melayani aktivitas naik dan turun penumpang secara normal setelah kejadian. Setelah diamankan, pria tersebut sempat dimintai keterangan oleh petugas kepolisian. Kapolsek Tanah Abang AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan pria itu cenderung bungkam ketika diajak berbicara dan menunjukkan indikasi kondisi kesehatan mental yang perlu mendapat penanganan.
"Polisi kemudian tidak melanjutkan interogasi karena melihat kondisi mental pria itu yang tidak stabil," kata Dhimas, dikutip dari Detik. Petugas menghubungi pihak keluarga untuk menentukan penanganan lebih lanjut, tetapi orang tua pria tersebut sedang berada di luar kota. Pihak kepolisian lalu berkoordinasi dengan Yayasan Pusat Rehabilitasi Madani Mental Health Care, tempat pria tersebut menjalani perawatan. (RAI)