Seorang guru SD di Solo terlibat kasus dugaan kekerasan terhadap muridnya, yang viral di media sosial setelah orangtua siswa melaporkan tindakan guru seperti melempar buku dan menjentik telinga anaknya karena belum menyelesaikan tugas. Hal ini membuat anak tersebut pulang dalam keadaan menangis dan tidak mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai nilai nol yang diberikan. Pemerintah Kota Solo, melalui Wali Kota Respati Ardi, telah mengambil tindakan dengan memberikan sanksi kepada guru tersebut serta menyediakan pendampingan psikologis untuk anak yang terdampak, guna mengatasi trauma yang dialaminya.
Ilustasi guru pukul murid. (Dok. Istimewa)
JAKARTA, AFU.ID — Seorang guru sekolah dasar (SD) di Solo diduga melakukan tindakan kasar terhadap muridnya. Dugaan tersebut mencuat setelah orangtua siswa mengungkap anaknya mendapat nilai nol, menerima ucapan yang menyakitkan, hingga diduga mengalami tindakan fisik dari guru. Keluhan orangtua tersebut kemudian viral di media sosial dan mendapat perhatian Pemerintah Kota Solo.
Orangtua siswa menceritakan perubahan kondisi anaknya setelah naik dari kelas satu ke kelas dua. Anak disebut beberapa kali pulang sekolah dalam kondisi menangis setelah mendapat perlakuan yang dianggap tidak menyenangkan dari gurunya. Salah satu kejadian yang diceritakan berkaitan dengan nilai nol yang diberikan guru.
Orangtua menyebut anaknya tidak mendapat penjelasan mengenai alasan pemberian nilai tersebut. “Beberapa minggu anakku pulang matanya sembab ternyata dia kasih nilai 0 dan buku dilempar di lantai, anakku nangis di belakang, tanpa dikasih tahu kenapa 0,” tulis orangtua siswa dalam unggahannya yang dikutip Kamis (10/9/2026).
Selain itu, anak tersebut mengaku telinganya dijentik oleh guru karena belum menyelesaikan tugas matematika. “Ternyata dia di-slentik kupingnya sama gurunya gara-gara matematika belum selesai. Saya menyadari anak saya kurang cepat, tapi kenapa harus di-slentik sampai dia sakit hati nangis di belakang,” tulis orangtua tersebut.
Keluhan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan antara orangtua murid dan guru yang bersangkutan di sekolah pada Kamis (10/9/2026). Wali Kota Solo Respati Ardi turut hadir dalam pertemuan tersebut. Respati menyampaikan permintaan maaf kepada orangtua murid dan menyatakan guru tersebut akan diberikan sanksi.
“Kita sanksi guru tersebut supaya menjadi peringatan agar tetap sabar memperlakukan anak. Karena mendidik anak perlu sentuhan yang lebih baik, jika memberi hukuman juga harus dengan maksud mendidik,” kata Respati. Selain penanganan terhadap guru, siswa juga akan mendapat pendampingan psikologis. “Untuk anak yang terdampak, kita tambahkan psikolog klinis untuk trauma healing agar tidak ada trauma lagi,” ujar Respati. (FAD)