JAKARTA, AFU.ID — Satgas Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo menangkap seorang pria berinisial NB yang disebut sebagai anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Yamue, Kodap XVI Yahukimo. NB diduga terlibat dalam sejumlah aksi penembakan di Yahukimo, termasuk kasus yang menewaskan seorang PNS konsultan BPKAD berinisial RK pada April 2026. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan NB ditangkap di kawasan ruko Blok A dan B, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (22/09/26) sekitar pukul 16.25 WIT.
Penangkapan dilakukan setelah aparat mengumpulkan hasil penyelidikan dan penyidikan terkait sejumlah kasus penembakan yang terjadi di wilayah tersebut. “Yang bersangkutan diamankan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan terkait dugaan penembakan yang terjadi di wilayah Yahukimo,” kata Kombes Yusuf Sutejo, Rabu (23/09/26). Dari hasil penyelidikan, NB ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus penembakan yang terjadi pada 27 April 2026 di Distrik Dekai. Salah satu peristiwa terjadi di Jembatan Kali Biru, Jalan Kurima, ketika sebuah mobil Grand Max warna putih menjadi sasaran tembakan. Dalam kejadian itu, seorang konsultan BPKAD berinisial RK meninggal dunia setelah terkena tembakan di bagian leher sebelah kiri.
Kasus kedua terjadi pada hari yang sama dan masih berada di kawasan sekitar Jembatan Kali Biru. Aparat menyebut sebuah kendaraan Toyota Fortuner warna silver juga menjadi sasaran penembakan. Kedua peristiwa tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyelidikan yang akhirnya mengarah pada penangkapan NB. Saat dilakukan penangkapan, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti. Salah satu temuan yang diamankan adalah tiga butir amunisi kaliber 5,56 milimeter yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata tersebut.
Barang bukti bersama tersangka kini telah dibawa ke Polres Yahukimo untuk proses hukum lebih lanjut. “Saat diamankan, petugas juga menemukan tiga butir amunisi kaliber 5,56 mm,” ujarnya. Menurut Yusuf, penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan NB dalam kasus penembakan lain yang sebelumnya terjadi di Yahukimo. Aparat juga terus menelusuri jaringan serta hubungan tersangka dengan anggota kelompok bersenjata lainnya. Pendalaman dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan aksi kekerasan bersenjata dapat diungkap secara menyeluruh.
Satgas Damai Cartenz menegaskan proses penegakan hukum dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan, penyidikan, dan alat bukti yang dimiliki aparat. Penindakan, menurut mereka, diarahkan kepada pihak-pihak yang diduga terlibat langsung dalam tindak pidana sehingga tidak menyasar masyarakat sipil yang tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok bersenjata.
“Yang kami kejar dan kami buru adalah orang-orang yang memang berdasarkan proses hukum diduga terlibat dalam suatu tindak pidana. Hal ini kami lakukan agar penegakan hukum tepat sasaran dan menghindari jatuhnya korban dari masyarakat sipil yang tidak tahu apa-apa dan tidak terlibat dalam tindak pidana,” kata Yusuf. (RHU)