JAKARTA, AFU.ID - Pemilik salon kecantikan berinisial WMJ alias Ibu Yung (70) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah sekaligus tempat usahanya di Jalan Sukaramai, Kelurahan Jawa, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jasad lansia tersebut ditemukan warga pada Senin malam dalam kondisi tertelungkup dengan luka robek akibat sabetan benda tajam di bagian leher. Penemuan berdarah di kawasan pemukiman padat ini memicu kegemparan warga sekitar yang sebelumnya tidak mendengar adanya kecurigaan atau suara teriakan dari dalam rumah korban.
Warga menaruh curiga setelah korban tidak terlihat beraktivitas selama beberapa hari, sementara lampu rumah terus menyala dan tempat usaha dalam kondisi terkunci rapat. Karena pintu depan terkunci dari dalam, warga bersama pengurus RT dan keluarga terpaksa menerobos masuk melalui akses pintu samping. "Darah mengucur di lantai, saya tak sanggup masuk dan hanya lihat dari HP, sungguh tega pelakunya," kata Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Jawa, Reny Madya, Selasa.
Pihak Satreskrim Polres Banjar langsung menerjunkan Tim Inafis untuk menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD Ratu Zalecha Martapura. Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan adanya dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengarah pada pembunuhan berencana. Kasi Pidum Polres Banjar, Ipda Pasya Hasyanda, mengonfirmasi bahwa telepon seluler serta kunci rumah milik korban telah raib dibawa kabur oleh pelaku. "Dugaan sementara pencurian dengan kekerasan, sebab HP dan kunci rumah hilang, serta posisi barang-barang di dalam rumah acak-acakan berpindah dari posisi semula," ujar Pasya, Rabu (2/9/2026).
Pakar Kriminologi Universitas Lambung Mangkurat, M. Rasyid Ridho, menganalisis bahwa hilangnya kunci rumah dan ponsel mengindikasikan pelaku mengenal situasi lokasi kejadian dengan baik. Menurutnya, pelaku sengaja mengunci rumah dari luar untuk mengulur waktu penemuan jasad serta menghilangkan jejak komunikasi digital dengan korban. "Modus mengunci TKP dari luar dan membawa lari gawai korban merupakan upaya tipikal pelaku kejahatan untuk menghambat deteksi dini kepolisian serta memberi jeda waktu melarikan diri," tutur Rasyid.
Polisi kini bergerak cepat mengumpulkan data dari sejauh mana perhiasan emas milik korban ikut digondol oleh pelaku. Garis polisi masih terpasang ketat mengitari lokasi kejadian guna mengamankan sisa barang bukti dan jejak sidik jari yang tertinggal. Kasihumas Polres Banjar, AKP Alfian Noor, menegaskan bahwa tim gabungan penyidik terus memeriksa sejumlah saksi kunci demi membongkar identitas serta motif asli di balik aksi keji yang merenggut nyawa lansia tersebut. (RHU)