JAKARTA, AFU.ID — Seorang perempuan yang disebut berprofesi dokter diamankan pedagang di kawasan Car Free Day (CFD) Harapan Indah, Kota Bekasi, setelah diduga menggunakan bukti transaksi QRIS palsu saat berbelanja di sejumlah lapak UMKM, Minggu (20/09/26). Aksi tersebut terbongkar setelah salah satu pedagang memeriksa mutasi rekening dan mendapati uang yang disebut telah dibayar ternyata tidak pernah masuk ke rekening usaha mereka.
Menurut keterangan sejumlah pedagang, perempuan tersebut datang dengan penampilan rapi dan berbelanja dalam jumlah cukup besar di beberapa lapak. Saat melakukan pembayaran, pelaku diduga berpura-pura memindai kode QRIS milik pedagang lalu memperlihatkan bukti transaksi yang terlihat berhasil. Namun setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan catatan dana yang masuk ke rekening pedagang.
Kecurigaan kemudian menyebar ke pedagang lain yang mengaku pernah mengalami pola transaksi serupa. Sejumlah korban akhirnya berkumpul dan mencocokkan riwayat transaksi sebelum memutuskan mengamankan perempuan tersebut. Untuk menghindari kericuhan, pelaku kemudian dibawa petugas keamanan menggunakan kendaraan patroli.
Informasi yang beredar menyebut profesi dokter diketahui setelah warga dan pedagang memeriksa identitas pelaku saat diamankan. Namun hingga kini, kepolisian belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keaslian profesi tersebut maupun identitas lengkap yang bersangkutan. Status hukum dan latar belakang pelaku masih menunggu hasil pendalaman aparat.
Para pedagang memperkirakan kerugian yang timbul mencapai jutaan rupiah apabila seluruh transaksi yang diduga menggunakan modus serupa dijumlahkan. Beberapa korban juga menduga aksi tersebut tidak hanya terjadi sekali karena terdapat pedagang yang mengaku pernah melihat pola yang sama pada kesempatan sebelumnya.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku, jumlah korban, serta ada atau tidaknya unsur pidana dalam dugaan penggunaan bukti transaksi QRIS palsu tersebut. (RHU)