BATAM, AFU.ID — Bentrokan berdarah antar dua kelompok massa pecah di kawasan Setokok, tepatnya di sekitar Jembatan Tiga Barelang, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Senin. Insiden mematikan yang dipicu oleh konflik sengketa lahan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka.
Dua korban tewas teridentifikasi bernama Martinus Mangge (55) dan Heribertus Goda (43) yang merupakan pihak dari PT Sat Bangun Sukses (SBS). Kedua korban sempat dilarikan ke rumah sakit usai mengalami luka tembak parah dalam bentrokan yang diduga melibatkan pihak PT MIG Perkasa Industri dan PT SBS di lokasi sekitar 3 kilometer dari Mako Yonif 10 Marinir Pulau Setokok tersebut.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, menegaskan bahwa kedua korban tewas akibat tembakan senapan angin bertekanan gas, sekaligus menepis isu liar yang menyebutkan penggunaan senjata api rakitan atau standar militer. "Dugaan awal ada penggunaan senjata angin. Kami tegaskan, bukan senjata api, melainkan senjata angin," ujar Anggoro saat memberikan konfirmasi pada Senin (14/09/2026).
Selain menelan dua korban jiwa, bentrokan fisik di lapangan juga menyebabkan sedikitnya enam orang lainnya mengalami luka-luka, di antaranya Stenly, Rusli, Komarudin, Uda, Sebastian, dan Robert. Pihak jajaran kepolisian Polresta Barelang telah mengamankan terduga pelaku yang mengoperasikan senapan angin tersebut beserta lima orang lainnya untuk menjalani pemeriksaan maraton.
Hingga saat ini, area bentrokan berada dalam pengawasan ketat pihak kepolisian guna mencegah terjadinya bentrokan susulan. Tim penyidik bersama tim medis RS Bhayangkara masih menunggu hasil visum serta otopsi resmi untuk memastikan penyebab pasti kematian kedua korban secara rinci, sembari mengimbau seluruh pihak agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang beredar. (RHU)