Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Banjir Bandang Nepal Mengerikan, 160 Orang Tewas dalam Sekejap
Bagikan:
Penulis: Erik Erfinanto · Reporter: Kondisi pascabanjir bandang di Nepal. Foto istimewa
Ringkasan Berita
Banjir bandang yang melanda kawasan perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/8/2026) telah mengakibatkan sedikitnya 160 orang tewas, dengan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Bencana ini disebabkan oleh longsoran batu dan es yang membendung aliran Sungai Bhotekoshi, mengakibatkan arus deras yang menghancurkan permukiman dan infrastruktur. Otoritas setempat melaporkan lebih dari 680 orang hilang, termasuk wisatawan asing, dan upaya pencarian serta evakuasi yang dilakukan oleh tentara Nepal terhambat oleh kondisi cuaca dan medan yang sulit.
JAKARTA, AFU.ID — Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/8/2026). Sedikitnya 160 orang tewas dalam bencana yang terjadi secara tiba-tiba tersebut, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang. Otoritas Nepal melaporkan sedikitnya 157 jenazah telah ditemukan. Tiga korban lainnya dilaporkan tewas di wilayah Tibet, China, sehingga total korban meninggal mencapai sedikitnya 160 orang.
Bencana menerjang wilayah sekitar Sungai Bhotekoshi dan sejumlah daerah di sepanjang perbatasan Nepal-China. Gelombang air bercampur lumpur, batu dan material longsoran menerjang permukiman, kendaraan, jembatan serta infrastruktur lainnya. Sejumlah laporan menyebut air bah datang dengan sangat cepat sehingga warga tidak memiliki banyak waktu untuk menyelamatkan diri. Rekaman yang diverifikasi media internasional memperlihatkan arus deras membawa material besar dan menghantam kawasan di sekitar perbatasan.
Penyebab pasti bencana masih diteliti. Analisis awal otoritas dan pakar Nepal mengarah pada longsoran batu dan es atau avalanche yang kemudian membendung aliran sungai sebelum menghasilkan banjir bandang dalam skala besar. Dampak bencana tidak hanya terjadi di Nepal. Di wilayah Gyirong, Tibet, otoritas China melaporkan tiga orang tewas dan 265 orang masih hilang akibat longsoran dan banjir yang terjadi di kawasan perbatasan.
Di Nepal, jumlah orang yang belum ditemukan juga mencapai ratusan. Laporan terbaru menyebut lebih dari 680 orang di kedua negara masih dilaporkan hilang, termasuk wisatawan, pekerja, personel keamanan dan warga setempat. Sebagian korban hilang merupakan warga negara asing. Otoritas Nepal sebelumnya menyebut terdapat ratusan warga asing yang belum diketahui keberadaannya, termasuk warga Amerika Serikat, India, Australia, Inggris dan Kanada. Sebagian di antaranya merupakan wisatawan atau peziarah yang melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Kailash di Tibet.
Bencana juga merusak infrastruktur penting. Sedikitnya 19 jembatan dan sekitar 40 kilometer jalan dilaporkan rusak, sementara sejumlah fasilitas pembangkit listrik turut terdampak. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi dan pencarian korban menjadi semakin sulit. Tentara Nepal telah mengerahkan helikopter dan personel penyelamat untuk mengevakuasi warga serta mencari korban yang masih hilang. Operasi pencarian dilakukan di tengah kondisi medan pegunungan dan cuaca yang menyulitkan.
Banjir bandang ini menjadi salah satu bencana paling mematikan yang melanda Nepal dalam beberapa tahun terakhir. Besarnya jumlah korban dan orang yang masih hilang membuat angka kematian berpotensi terus bertambah seiring berlangsungnya operasi pencarian dan evakuasi. (EER)