Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad Dihukum Mati, Ini Duduk Perkara dan Profilnya
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Suvenir pribadi Bashar al-Assad di Istana Kepresidenan, setelah pemberontak merebut ibu kota dan menggulingkan Bashar al-Assad, di Damaskus, Suriah, 10 Desember 2024. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
JAKARTA,AFU.ID — Pengadilan Suriah menjatuhkan hukuman mati kepada mantan Presiden Bashar al-Assad atas sejumlah kejahatan yang dilakukan selama pemerintahannya. Vonis tersebut dijatuhkan secara in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa karena Assad telah melarikan diri ke Rusia setelah rezimnya digulingkan pemberontak pada Desember 2024. Adiknya, Maher al-Assad, juga dijatuhi hukuman mati dalam persidangan yang sama.
Pengadilan menyatakan, Bashar terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap lebih dari satu orang, penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, dan kejahatan kemanusiaan. Vonis tersebut menjadi hukuman pertama yang dijatuhkan Suriah terhadap Bashar setelah pemerintahan yang dipimpinnya runtuh. Bashar melarikan diri dari Damaskus ketika pasukan pemberontak bergerak cepat menuju ibu kota dalam serangan yang berlangsung selama 11 hari pada akhir 2024.
Presiden Suriah periode 2000–2024 itu kemudian mendapat suaka atas dasar kemanusiaan dan tinggal di Rusia bersama keluarganya. Pemerintah Rusia sejauh ini menolak permintaan ekstradisi terhadap mantan sekutunya tersebut.
Vonis terhadap Bashar berkaitan dengan tindakan pemerintahannya selama konflik Suriah yang pecah setelah demonstrasi pro-demokrasi pada 2011. Aparat keamanan di bawah pemerintahannya melakukan tindakan keras terhadap aksi protes, yang kemudian berkembang menjadi perang berkepanjangan dan menewaskan ratusan ribu warga Suriah. Pengadilan menilai sejumlah tindakan tersebut memenuhi unsur pembunuhan berencana, penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Persidangan tersebut berlangsung hampir empat bulan dan menjadi bagian dari upaya pemerintahan baru Suriah untuk menegakkan keadilan transisi. Jaksa Noha al-Masri mengatakan, putusan tersebut sesuai dengan harapan keluarga korban yang telah mengalami penderitaan selama konflik. Warga di Damaskus dan Deraa juga berkumpul setelah vonis diumumkan, sementara sebagian membawa foto anggota keluarga yang ditangkap atau tewas selama perang. "Putusan yang dijatuhkan, seperti yang kami harapkan, sebesar pengorbanan yang diberikan rakyat Suriah selama 15 tahun, sebesar penderitaan keluarga dan kerabat korban," Noha al-Masri .
Hukuman mati ini juga menuai kritik dari kalangan hukum. Kepala Syrian Centre for Legal Studies and Research, Anwar al-Bunni, menilai vonis tersebut justru dapat menyulitkan upaya membawa Bashar kembali ke Suriah karena negara lain dapat menolak menyerahkan terdakwa yang menghadapi ancaman hukuman mati. Menurutnya, keputusan tersebut lebih bersifat simbolis daripada menjadi bentuk keadilan transisi yang dapat membawa Bashar ke hadapan pengadilan secara langsung.
Maher al-Assad turut dijatuhi hukuman mati dalam persidangan in absentia. Ia sebelumnya dikenal memimpin Divisi Lapis Baja Keempat yang disebut berperan dalam menindak aksi protes dan merebut kembali sejumlah wilayah yang dikuasai pemberontak. Maher juga dituduh terlibat dalam produksi dan perdagangan narkoba untuk memperkaya keluarga Assad.
Vonis hukuman mati juga diberikan kepada Atef Najib, mantan pejabat keamanan di Provinsi Deraa sekaligus sepupu keluarga Assad. Najib merupakan satu-satunya terdakwa dalam perkara tersebut yang menjalani persidangan secara langsung setelah ditahan aparat keamanan Suriah pada awal 2025. Deraa sendiri merupakan wilayah tempat aksi protes terhadap pemerintahan Assad pertama kali pecah pada 2011.
Bashar al-Assad lahir di Damaskus, Suriah, pada 11 September 1965 sebagai anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Hafez al-Assad dan Anisa al-Assad. Ayahnya merupakan perwira Angkatan Udara Suriah yang kemudian menjadi presiden sejak 1971, sedangkan keluarga Assad berasal dari komunitas Alawite yang memiliki pengaruh kuat dalam militer dan politik Suriah. Berbeda dari kakaknya, Basil al-Assad, yang sejak awal dipersiapkan sebagai penerus ayahnya, Bashar semula tidak diarahkan untuk terjun ke dunia politik.
Bashar memilih bidang kedokteran dan lulus dari Universitas Damaskus pada 1988 sebelum bekerja sebagai dokter militer dan mengambil spesialisasi oftalmologi. Ia kemudian melanjutkan pelatihan di Western Eye Hospital, London, sejak 1992 dan menjalani kehidupan yang relatif jauh dari politik Suriah. Namun, kematian Basil dalam kecelakaan mobil pada 1994 mengubah rencana hidupnya, sehingga Bashar dipanggil pulang dan mulai dipersiapkan sebagai penerus Hafez.
Setelah kembali ke Suriah, Bashar menjalani pelatihan militer dan secara bertahap memperoleh posisi penting dalam pemerintahan serta Partai Ba'ath. Hafez al-Assad meninggal pada 10 Juni 2000, kemudian parlemen mengubah batas usia minimum calon presiden agar Bashar dapat maju sebagai kandidat. Ia akhirnya terpilih sebagai presiden pada Juli 2000 dan melanjutkan kekuasaan keluarga Assad hingga digulingkan pada Desember 2024. (RAI)
Profil singkat Bashar al-Assad:
Nama: Bashar al-Assad
Tempat, tanggal lahir: Damaskus, Suriah, 11 September 1965
Ayah: Hafez al-Assad, mantan Presiden Suriah
Latar keluarga: Komunitas Alawite
Pendidikan: Kedokteran, Universitas Damaskus
Spesialisasi: Oftalmologi
Pernah menjalani pelatihan: Western Eye Hospital, London
Partai: Partai Ba'ath
Menjabat Presiden Suriah: 2000-2024
Status saat ini: Tinggal di Rusia setelah melarikan diri dari Suriah
Vonis: Hukuman mati secara in absentia atas pembunuhan berencana, penyiksaan, penahanan sewenang-wenang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.