JAKARTA, AFU.ID — Serangan Arab Saudi terhadap sebuah penjara di Al-Hazm, ibu kota Provinsi Al-Jawf, Yaman, dilaporkan menewaskan sembilan tahanan. Serangan tersebut dikecam Pusat Hak Asasi Manusia Ain Al-Insaniya sebagai dugaan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Dalam pernyataannya, Ain Al-Insaniya menyebut penjara merupakan fasilitas yang menampung orang-orang yang telah kehilangan kebebasannya. Karena itu, menurut organisasi tersebut, penargetan terhadap tahanan dan fasilitas penahanan, terlepas dari alasan yang digunakan, merupakan pelanggaran terhadap konvensi internasional.
Organisasi itu menyerukan agar pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut dimintai pertanggungjawaban. Ain Al-Insaniya menyatakan serangan terhadap fasilitas penahanan harus dilihat dalam kerangka aturan hukum internasional yang mengatur perlakuan terhadap tahanan. Mengutip Tasnim, Kamis (23/9/2026), kepala Komite Nasional Urusan Tahanan Yaman, Abdulqader Al-Murtada, juga mengatakan sebuah penjara di Al-Hazm menjadi sasaran serangan Saudi pada malam sebelumnya.
Menurut Al-Murtada, penjara tersebut menampung sejumlah tahanan dan serangan itu menewaskan sembilan orang yang ditangkap dalam apa yang disebutnya sebagai "peristiwa-peristiwa terbaru". Al-Murtada mengatakan identitas para korban akan diumumkan dalam waktu dekat. Serangan terhadap penjara tersebut terjadi di tengah laporan mengenai peningkatan serangan Saudi di sejumlah wilayah Yaman, khususnya Saada, Al-Jawf, Taiz dan Ma'rib. Televisi Al Masirah juga melaporkan adanya serangan Saudi terbaru terhadap kawasan permukiman di Provinsi Saada.
Menurut laporan tersebut, kawasan permukiman Talan, di sebelah barat Distrik Haydan, menjadi sasaran serangan rudal Saudi. Al Masirah juga melaporkan serangan rudal terhadap Distrik Al-Dhahir dan wilayah di sekitarnya. Provinsi Saada merupakan wilayah di Yaman bagian utara yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi. Wilayah tersebut telah berulang kali menjadi sasaran serangan udara, rudal dan artileri Saudi sejak intervensi militer Saudi di Yaman dimulai pada 2015.
Distrik Haydan dan Al-Dhahir termasuk wilayah perbatasan Saada yang berulang kali terdampak serangan. Sementara Al-Jawf berada di bagian timur laut Yaman dengan Al-Hazm sebagai ibu kota provinsi. Wilayah tersebut juga berulang kali menjadi lokasi bentrokan dan serangan bersenjata. Ain Al-Insaniya menyebut serangan terbaru terhadap penjara Al-Hazm terjadi di tengah eskalasi serangan di sejumlah provinsi Yaman. Organisasi tersebut mengklaim memantau pelanggaran hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional di Yaman.
Laporan mengenai serangan ini berasal dari pihak dan media Yaman. Belum terdapat keterangan dari pihak Saudi dalam laporan tersebut mengenai serangan terhadap penjara Al-Hazm maupun jumlah korban yang disebut mencapai sembilan orang. Di tengah eskalasi terbaru, laporan dari pihak Yaman juga menyebut Angkatan Bersenjata Yaman melakukan serangan balasan terhadap sejumlah sasaran militer Saudi dan fasilitas Aramco. (EER)