JAKARTA, AFU.ID — Misi pencari fakta independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Iran menemukan fakta baru bahwa Amerika Serikat bertanggung jawab atas serangan di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Iran selatan yang menewaskan 120 anak sekolah pada Februari 2026 lalu. Laporan itu tersebut menyimpulkan bahwa serangan itu dilakukan tanpa pandang bulu yang mengakibatkan tewasnya warga sipil termasuk anak-anak dan kerusakan berat pada infrastruktur.
Tindakan itu dinilai memenuhi unsur kejahatan perang berdasarkan hukum internasional. Dalam penyelidikannya, para ahli PBB menemukan bahwa AS menggunakan informasi intelijen yang menyebut seorang komandan militer senior Iran berada di lokasi tersebut. Namun, informasi itu dinilai tidak diverifikasi secara memadai sebelum serangan dilancarkan. Investigasi itu menyatakan kegagalan memperbarui informasi penargetan dan memastikan bahwa bangunan tersebut merupakan sasaran militer bukan sekadar kelalaian.
Mereka menilai tindakan AS itu mengabaikan risiko besar bahwa objek sipil akan terkena serangan. Misi PBB juga memastikan bahwa sekolah tersebut digunakan untuk kepentingan militer seperti tuduhan AS. Serangan kedua yang diselidiki terjadi di sebuah pusat olahraga di Lamerd. Serangan tersebut merusak sejumlah bangunan permukiman dan sebuah sekolah di sekitarnya serta menyebabkan 22 warga sipil tewas atau terluka.
Misi PBB menyimpulkan serangan terhadap fasilitas olahraga tersebut juga dilakukan secara brutal sehingga memenuhi kualifikasi sebagai kejahatan perang. Namun, Komando Pusat AS (US Central Command/CENTCOM) sebelumnya membantah bertanggung jawab atas serangan di Lamerd. Dalam pernyataan pada Maret, CENTCOM mengatakan pasukan AS tidak melakukan serangan ke Kota Lamerd pada hari kejadian.
Pemerintah AS juga belum secara terbuka menerima tanggung jawab atas serangan terhadap sekolah di Minab. Pentagon diketahui telah meningkatkan penyelidikan internal terhadap insiden tersebut, tetapi hasil awal penyelidikan belum dipublikasikan. Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa penyelidikan internal militer AS mengarah pada kemungkinan bahwa pasukan AS bertanggung jawab atas serangan mematikan di Minab. Pejabat AS sebelumnya menyatakan operasi militernya dilakukan sesuai dengan hukum konflik bersenjata.
Temuan mengenai serangan AS tersebut merupakan bagian dari laporan terbaru Misi Pencari Fakta Internasional Independen untuk Iran yang akan disampaikan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa. Penyelidikan itu tidak hanya mengkaji tindakan AS dalam perang Iran, tetapi juga respons pemerintah Iran terhadap gelombang demonstrasi yang pecah sejak akhir Desember 2025. (EER)