JAKARTA, AFU.ID - Sedikitnya 51 warga negara India yang direkrut ke dalam militer Rusia dilaporkan tewas di tengah perang Rusia-Ukraina. Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Luar Negeri India Vikram Misri pada awal pekan ini. Pemerintah India mencatat sebanyak 227 warga negaranya telah direkrut ke dalam militer Rusia. Dari jumlah tersebut, 139 warga India telah berhasil dibebaskan dari dinas militer Rusia.
Sementara itu, 51 lainnya dilaporkan meninggal dunia dan sekitar 24 warga India masih berada di dalam angkatan bersenjata Rusia. "Masalah rekrutmen warga negara dan warga kami ke dalam angkatan bersenjata Rusia telah dibahas antara India dan Rusia di berbagai tingkatan dalam beberapa kesempatan," kata Misri, dikutip dari NDTV, Jumat (4/9/2026).
Pemerintah India terus berkomunikasi dengan Rusia untuk membebaskan warga negaranya yang masih berada di militer Rusia. Kedutaan Besar India di Moskow juga memantau kasus tersebut dan berkoordinasi dengan otoritas Rusia. "Kami tetap berdiskusi secara aktif dengan pihak Rusia untuk memastikan bahwa setiap kasus yang tersisa dapat diberhentikan secepat mungkin sehingga kami dapat mengembalikan individu-individu ini kepada keluarga mereka sesegera mungkin," ujar Misri.
India sebelumnya telah berulang kali menyampaikan persoalan perekrutan tersebut kepada pemerintah Rusia. Warga India yang direkrut disebut tidak hanya bertugas sebagai personel militer, tetapi ada pula yang disebut bekerja sebagai staf pendukung seperti koki dan asisten. Kementerian Luar Negeri India juga mengingatkan warganya agar tidak menerima tawaran pekerjaan luar negeri yang berisiko.
Imbauan tersebut disampaikan setelah muncul dugaan warga India direkrut melalui tawaran pekerjaan yang dibuat oleh individu atau agen yang tidak bertanggung jawab. Pada 1 Agustus 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal meminta masyarakat menghindari tawaran pekerjaan berisiko tersebut. Upaya pemerintah India sejauh ini telah menghasilkan pembebasan 139 warga negaranya. Namun, pemerintah masih berusaha memulangkan sekitar 24 warga India yang dilaporkan masih berada dalam angkatan bersenjata Rusia.
Persoalan warga India yang bergabung dengan militer Rusia juga telah sampai ke Mahkamah Agung India. Mahkamah Agung memerintahkan pemerintah menunjuk seorang pejabat penghubung atau nodal officer di Kementerian Luar Negeri. Pejabat tersebut bertugas berkoordinasi dengan keluarga warga India yang tewas, hilang, atau terluka dalam perang Rusia-Ukraina.
Permohonan yang ditangani Mahkamah Agung antara lain berkaitan dengan warga India yang diduga direkrut setelah ditipu oleh agen perjalanan. Keluarga para korban juga meminta pemerintah memfasilitasi pemulangan jenazah, memberikan kompensasi kepada keluarga terdampak, serta membentuk mekanisme untuk membantu warga India yang terdampak konflik. Kasus perekrutan warga asing ke dalam militer Rusia juga mencakup warga negara Indonesia. Terbaru, dinas intelijen Ukraina merilis data yang menyebut delapan WNI telah bergabung dengan militer Rusia. (FAD)