JAKARTA, AFU.ID — Sekitar 50 ribu buruh dijadwalkan menggelar aksi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (24/9/2026). Aksi yang diikuti massa Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) tersebut digelar untuk menyuarakan aspirasi terkait RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menegaskan bahwa aksi ini bukan bertujuan untuk menggoyang maupun menjatuhkan pemerintahan.
Aksi dipusatkan dari kawasan Semanggi dengan rencana konvoi sepeda motor menuju depan Menara UOB di Jalan MH Thamrin. Kehadiran Polri dalam gelaran aksi tersebut sangat diperlukan, mengingat tugasnya untuk melayani, mengawal agar penyampaian pendapat dapat berlangsung secara kondusif dan bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan hak masyarakat lainnya.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta mengatakan bahwa penyampaian pendapat yang dilakukan ribuan buruh merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati. Kehadiran personel Polri juga menjadi upaya menjaga ruang demokrasi agar tetap terbuka bagi masyarakat. “Kehadiran Polri untuk melayani dan mengawal penyampaian pendapat yang berlangsung secara aman, damai, tertib, dan menjamin agar tetap memperhatikan hak masyarakat lainnya.”
Dalam rangka mengamankan pelayanan penyampaian aspirasi hari ini, Polda Metro Jaya telah mematangkan kesiapan personel serta pola pengamanan di sejumlah titik kegiatan. Persiapan tersebut dilakukan melalui Tactical Floor Game (TFG) yang dipimpin Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri pada Rabu (23/9/2026). Pengaturan lalu lintas juga disiapkan secara situasional demi menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan. Isir juga memastikan pelayanan Polri tidak hanya ditujukan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi, tetapi juga kepada seluruh masyarakat yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan.
Himbauan juga ditujukan kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi dan dapat memperkeruh situasi. Setiap perkembangan di lapangan menjadi perhatian jajaran kepolisian dengan mengedepankan komunikasi serta langkah pelayanan yang disesuaikan dengan situasi. “Mari jaga persatuan, menghormati perbedaan, dan memastikan penyampaian aspirasi maupun aktivitas masyarakat lainnya berjalan secara aman, damai, tertib, dan nyaman,” ujarnya.
Dalam aksi peringatan Hari Tani Nasional, sejumlah aliansi masyarakat menggelar aksi di berbagai lokasi, di antaranya kawasan silang Monas, Jakarta Pusat, dan depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Selatan. Sebanyak 26.386 personel gabungan Polri, TNI, Pemporv DKI dan Pamdal Gedung MPR/DPR RI dikerahkan untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan agar tetap berjalan kondusif. (NMS)