JAKARTA, AFU.ID — Demo 27 Agustus di depan Gedung DPR/MPR RI berpotensi diikuti ribuan orang dari berbagai daerah dan kelompok masyarakat. Perkiraan 500 peserta yang disampaikan Polda Metro Jaya berasal dari surat pemberitahuan yang telah diterima kepolisian, bukan penghitungan akhir di lapangan. Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) dan Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) saja menargetkan total sekitar 2.000–3.000 peserta. Jumlah tersebut belum mencakup rombongan Pati, Madura, mahasiswa, pengemudi ojek online, dan simpatisan lainnya.
Angka 500 orang menggambarkan estimasi administratif sebelum seluruh rombongan tiba di lokasi aksi. Kepolisian juga menyebut masih terdapat kelompok lain yang merencanakan kegiatan serupa. Perkiraan jumlah peserta karena itu dapat berubah sepanjang hari ketika massa tambahan bergabung di depan kompleks parlemen.
AMDB menargetkan sekitar 1.000 hingga 2.000 peserta dalam aksi tersebut. Massa dijadwalkan bergerak dari Jalan Margonda Raya, Depok, sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan sepeda motor. Rombongan diperkirakan melintasi Lenteng Agung, Pasar Minggu, dan Pancoran sebelum menuju Senayan.
GERAM secara terpisah memperkirakan sekitar 1.000 orang mengikuti demonstrasi mulai pukul 14.00 WIB. Kelompok tersebut terdiri atas 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil. Mereka membawa 10 tuntutan yang mencakup isu politik, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan demokrasi.
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) telah tiba di Jakarta menggunakan lima bus. Sebagian massa terlihat berada di depan Gedung DPR sejak dini hari, sedangkan peserta lainnya menunggu di dalam bus dan kawasan Gelora Bung Karno. Kendaraan pribadi turut digunakan untuk membawa peserta serta perlengkapan aksi.
Sejumlah pengemudi ojek online juga terlihat membaur dengan rombongan Pati sejak malam sebelumnya. Mereka menyatakan ikut mengawal peserta dan distribusi logistik selama demonstrasi. Belum diketahui jumlah keseluruhan pengemudi ojol yang akan mengikuti aksi sepanjang hari.
Kelompok dari Bangkalan, Madura, yang tergabung dalam Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) juga dijadwalkan hadir. Mereka membawa agenda pengawalan dan evaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Jumlah peserta RMP4 yang tiba di Jakarta belum diumumkan.
Target yang disampaikan masing-masing kelompok menunjukkan jumlah peserta berpotensi mencapai ribuan orang. Namun, angka tersebut masih berupa rencana penyelenggara dan belum menggambarkan jumlah massa yang benar-benar hadir. Penghitungan aktual baru dapat dilakukan setelah seluruh rombongan tiba dan konsentrasi massa mencapai puncaknya.
Di tengah potensi pengerahan massa tersebut, Polda Metro Jaya belum mengumumkan jumlah pasti personel pengamanan. Kepolisian hanya memastikan petugas disiapkan di sejumlah titik dan tidak seluruhnya ditempatkan di depan Gedung DPR. Pengamanan turut mencakup lalu lintas, transportasi umum, sekolah, perkantoran, dan aktivitas masyarakat lainnya.
TNI menyatakan siap memberikan bantuan perkuatan apabila menerima permintaan dari Polri. Namun, Mabes TNI belum memerinci jumlah prajurit maupun satuan yang akan dilibatkan. Dengan demikian, belum tersedia pembagian resmi kekuatan personel Polri dan TNI untuk pengamanan aksi 27 Agustus.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta secara terpisah mengerahkan 120 petugas untuk menangani lalu lintas. Mereka dibagi ke dalam dua sif dan ditempatkan pada 10 titik di sekitar Senayan, Palmerah, serta kompleks parlemen. Empat mobil derek juga disiagakan untuk menangani kendaraan yang menghambat arus.
Jumlah massa dan aparat masih dapat berubah mengikuti perkembangan situasi. Target peserta dari penyelenggara harus dibedakan dari jumlah aktual yang terpantau di lapangan. Pembaruan diperlukan setelah rombongan Depok tiba dan kelompok lain mulai menggelar aksi. (RHU)