JAKARTA, AFU.ID — Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin masuk dalam daftar kandidat yang akan bersaing memperebutkan jabatan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pendaftaran kandidat ditutup pada 24 September 2026. Berdasarkan informasi WHO, Budi merupakan kandidat yang diusulkan Indonesia. Dalam daftar yang dipublikasikan organisasi tersebut, Budi tercatat bersama kandidat dari Belgia, Qatar, Arab Saudi, Botswana, dan Spanyol.
Keenam kandidat tersebut adalah Budi Gunadi Sadikin dari Indonesia, Hans Kluge dari Belgia, Hanan Al-Kuwari dari Qatar, Hanan Balkhy dari Arab Saudi, Gevorg Tamamyan dari Botswana, serta Maria Neira dari Spanyol. Hans Kluge merupakan mantan Direktur Regional WHO untuk Eropa. Hanan Al-Kuwari sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesehatan Qatar, sedangkan Hanan Balkhy merupakan Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur.
Dua kandidat lainnya adalah Gevorg Tamamyan, dokter onkologi anak asal Botswana, dan Maria Neira dari Spanyol yang menjabat sebagai Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat, Lingkungan, dan Determinan Sosial Kesehatan WHO. Pemilihan Direktur Jenderal WHO tidak langsung dilakukan oleh seluruh kandidat yang telah mendaftar. Dewan Eksekutif WHO akan melakukan penyaringan dan menyusun daftar pendek maksimal tiga kandidat untuk kemudian diajukan kepada Majelis Kesehatan Dunia.
Proses tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sidang ke-160 Dewan Eksekutif WHO pada awal 2027. Setelah itu, Majelis Kesehatan Dunia ke-80 akan memilih dan mengangkat Direktur Jenderal WHO berikutnya pada Mei 2027. WHO menyebut Direktur Jenderal merupakan pejabat teknis dan administratif tertinggi organisasi yang bertugas memimpin isu kesehatan global, mengawasi kerja organisasi, mewakili WHO di tingkat internasional, serta mendukung negara-negara anggota dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dunia.
Direktur Jenderal WHO saat ini, Tedros Adhanom Ghebreyesus, akan menyelesaikan masa jabatan keduanya pada 15 Agustus 2027. Direktur jenderal yang terpilih nantinya akan mulai menjalankan masa jabatan pada 16 Agustus 2027. Tedros telah memimpin WHO sejak 2017 dan terpilih kembali untuk periode kedua pada 2022. Selama masa kepemimpinannya, WHO menghadapi sejumlah krisis kesehatan global, termasuk pandemi COVID-19 serta wabah Ebola dan mpox.
Untuk pemilihan kali ini, WHO juga telah menyiapkan sejumlah tahapan sebelum pemungutan suara. Nama kandidat dan dokumen pencalonan akan diumumkan secara resmi setelah tahapan komite regional selesai pada awal November 2026. Forum kandidat pertama dijadwalkan pada November 2026, sementara penyaringan hingga tiga kandidat dilakukan Dewan Eksekutif pada awal 2027. Pemilihan Direktur Jenderal dilakukan melalui pemungutan suara rahasia oleh Majelis Kesehatan Dunia. Seluruh negara anggota yang memiliki hak suara dapat berpartisipasi dalam pemilihan tersebut sesuai ketentuan WHO. (EER)