Seorang prajurit TNI Angkatan Laut yang bertugas sebagai ajudan anggota DPD RI Arya Wedakarna diperiksa oleh Pangkalan TNI AL Denpasar setelah kehadirannya dalam kontes kecantikan transgender Miss Equality World 2026 di Bangkok, yang menarik perhatian publik. Komandan Lanal Denpasar, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, menyatakan bahwa pemeriksaan sedang dilakukan untuk menilai apakah kehadiran prajurit tersebut berseragam dalam acara tersebut melanggar aturan, dan jika terbukti ada pelanggaran, tindakan akan diambil sesuai prosedur. Arya Wedakarna juga memberikan klarifikasi bahwa kehadirannya di acara tersebut bukan sebagai pejabat negara, melainkan sebagai tokoh pariwisata Bali, dan ia tidak menyadari bahwa acara tersebut merupakan kontes transgender.
Anggota DPD RI Bali Arya Wedakarna saat diwawancara di Denpasar, Selasa (19/3/2024). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
JAKARTA, AFU.ID — Prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang bertugas sebagai ajudan anggota DPD RI Arya Wedakarna (AWK) diperiksa Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar setelah kehadirannya dalam ajang Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand, menjadi sorotan. Prajurit tersebut terlihat mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH) saat mendampingi AWK dalam kontes kecantikan transgender.
Kehadiran personel TNI AL berseragam itu kemudian ramai dibicarakan warganet. Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa mengatakan pihaknya masih mendalami persoalan tersebut. Prajurit yang bersangkutan juga masih menjalani pemeriksaan di Lanal Denpasar. "Berita terkait viral itu kita sedang mendalami. Kita sedang mempelajari, sedang mendalami, terutama di pihak Lanal sendiri," kata Ary di Mako Lanal Denpasar, Kamis (3/9/2026).
Ary menjelaskan prajurit tersebut memang telah ditugaskan sebagai ajudan AWK sejak sekitar satu tahun lalu. Penugasan itu, kata dia, berdasarkan surat resmi dari pihak AWK yang meminta personel TNI AL tersebut menjadi ajudannya. "Untuk perizinan sebatas pemahaman saya itu sejak tahun lalu, memang sebagai ajudan dari anggota DPD tersebut," ujarnya.
Ary belum menyampaikan apakah kehadiran prajurit berseragam PDH dalam acara tersebut merupakan pelanggaran. Lanal Denpasar masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui duduk perkara dan dasar penugasan personel tersebut. Ia meminta waktu agar proses pemeriksaan dapat dilakukan terlebih dahulu.
Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran hukum maupun aturan kedinasan, TNI AL akan menindaklanjutinya sesuai prosedur. "Nanti kalau memang anggota tersebut terbukti bersalah atau melanggar hukum, akan kita tindak lanjuti secara prosedur," tegas Ary. Sementara itu, AWK sebelumnya telah memberikan klarifikasi mengenai kehadirannya dalam acara tersebut.
Ia mengatakan dirinya hadir bukan sebagai pejabat negara, melainkan sebagai tokoh pariwisata Bali. AWK juga mengaku tidak mengetahui bahwa acara yang dihadirinya merupakan bagian dari kontes kecantikan transgender. Ia menyebut kehadirannya hanya untuk menerima penghargaan sebelum meninggalkan lokasi. "Mengenai pemilihan miss-miss macam-macam, saya nggak paham karena mungkin itu rangkaian ya. Jadi saya duduk hadir menerima penghargaan ya sudah pulang, gitu ya," ujar AWK. (FAD)