JAKARTA, AFU.ID — Sidang pleno Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) kembali dilanjutkan setelah pimpinan sidang mencabut skors pada Minggu (30/08/26). Agenda berikutnya adalah memilih Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), tim yang akan menentukan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Tahap ini menjadi bagian penting dalam proses pemilihan kepengurusan NU periode 2026–2031.
Salah satu pimpinan sidang pleno, M Nuh, mengumumkan pencabutan skors di hadapan peserta Muktamar. “Dengan demikian skors yang tadi kita tetapkan, sekarang skors saya cabut kembali,” ujar M Nuh dalam siaran YouTube Muktamar ke-35 NU. Sidang kemudian diarahkan untuk melanjutkan agenda pemilihan anggota AHWA.
AHWA akan bersidang setelah seluruh anggotanya terpilih. Forum tersebut bertugas menetapkan Rais Aam PBNU untuk masa khidmat 2026–2031. Rais Aam terpilih nantinya menjadi salah satu pihak penting dalam proses penentuan Ketua Umum PBNU.
Setelah Rais Aam ditetapkan, proses pencalonan ketua umum akan dilanjutkan. Lima nama yang memperoleh dukungan terbanyak dalam penjaringan harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih. Nama yang telah disetujui kemudian dibawa kembali ke forum Muktamar untuk dipilih melalui musyawarah mufakat.
Apabila musyawarah tidak mencapai kesepakatan, keputusan akhir mengenai Ketua Umum PBNU akan diserahkan kepada AHWA. Mekanisme ini berbeda dari pemilihan langsung yang sebelumnya digunakan dalam Muktamar. Dengan pola tersebut, peserta Muktamar terlebih dahulu menjaring calon, sementara keputusan akhir berada pada forum ulama.
Sebelumnya, sidang pleno sempat diskors setelah massa memprotes aturan pencalonan Ketua Umum PBNU. Aksi tersebut dipicu perdebatan mengenai masa tunggu satu tahun bagi mantan pejabat politik sebelum dapat mencalonkan diri. Sebagian peserta mengusulkan aturan itu dihapus atau dikurangi menjadi enam bulan.
Perdebatan tersebut membuat massa sempat mengepung ruang sidang di Gedung Serba Guna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang. Situasi kemudian berangsur kondusif setelah peserta aksi mulai meninggalkan lokasi. Panitia dan peserta selanjutnya kembali melanjutkan tahapan Muktamar sesuai agenda yang telah ditetapkan.
Muktamar ke-35 NU berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, hingga 31 Agustus 2026. Selain memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, forum tersebut juga membahas sejumlah agenda organisasi. (RHU)