AFU.id

Miliaran Uang Haram Beredar di Muktamar NU, Diduga untuk Memenangkan Salah Satu Kandidat

Bagikan:

Penulis: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Gus Lilur mengungkapkan bahwa selama Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, terdapat peredaran tas hitam berisi uang yang diduga berjumlah US$200 ribu dan Rp1 miliar, yang dipindahkan di sekitar arena Muktamar dan hotel. Ia meminta KPK untuk memeriksa Kiai Afifuddin Muhajir terkait informasi tersebut, yang menyebutkan bahwa uang itu dikembalikan setelah Muktamar. Selain itu, Gus Lilur juga menyoroti kemungkinan keterlibatan kiai lain dalam peredaran uang tersebut, serta mencurigai adanya aliran dana besar menjelang pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).

Miliaran Uang Haram Beredar di Muktamar NU, Diduga untuk Memenangkan Salah Satu Kandidat
Gapura arena Muktamar ke-35 PBNU di PP Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Foto istimewa

Dikaitkan dengan Pemilihan Ahwa

Gus Lilur mengaitkan peredaran tas hitam tersebut dengan pemilihan Ahwa dalam Muktamar NU. Dalam keterangannya, ia menyebut ada sejumlah kiai yang disebut mengetahui atau melihat peredaran tas tersebut. Ia juga menyebut nama Kiai Nurul Huda Jazuli dalam rangkaian cerita tersebut. Menurut Gus Lilur, salah satu tas dibuka oleh Gus Kausar, putra Kiai Nurul Huda Jazuli. Tas tersebut disebut berisi uang.

“Dikasih, dibuka sama Gus Kausar, duit isinya,” ujar Gus Lilur. Gus Lilur kemudian menyebut sejumlah nama anggota Ahwa lainnya dalam ceritanya. Namun, ia menyampaikan nama-nama tersebut dalam konteks dugaan yang menurutnya perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Ia juga menyebut apabila pemberian uang kepada Kiai Afifuddin benar terjadi, anggota Ahwa lainnya perlu diperiksa untuk mengetahui apakah mereka menerima pemberian serupa. Cerita mengenai tas hitam tersebut disampaikan Gus Lilur bersamaan dengan klaim mengenai dugaan peredaran dana dalam jumlah besar menjelang Muktamar.

Ia sebelumnya mengaku memperoleh informasi informal dari pihak yang disebutnya penyidik KPK mengenai uang sekitar Rp480 miliar yang dibawa dari wilayah selatan Jakarta menuju Jombang menggunakan dua mobil Land Cruiser yang diangkut dengan towing. Namun, dalam keterangannya, Gus Lilur tidak menjelaskan secara langsung apakah US$200 ribu dan Rp1 miliar yang disebut berada dalam salah satu tas merupakan bagian dari Rp480 miliar tersebut. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi