Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Meluas, Puluhan Warga Dievakuasi akibat Asap Pekat
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Solo, Jawa Tengah, pada Rabu malam, mengakibatkan puluhan warga dievakuasi akibat asap pekat yang mendekati permukiman. Api yang mulai terlihat sekitar pukul 18.00 WIB meluas cepat dipicu oleh angin kencang, sehingga pemerintah setempat mengerahkan 22 armada pemadam kebakaran dan membagikan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. Hingga Kamis pagi, meskipun pemadaman masih berlangsung, beberapa titik api dan kepulan asap masih terlihat, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026). (Antara)
JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026) malam. Api mulai terlihat sekitar pukul 18.00 WIB dari kawasan tumpukan sampah dan makin meluas saat kondisi angin kencang. Kobaran api juga mendekati permukiman warga di sekitar TPA.
Lurah Mojosongo, Katarina Kartika Panca Chris Daryani mengatakan, pertama kali menerima laporan dari pengurus rukun warga (RW) 30 dan 39. Api yang awalnya muncul di blok lalu merambat ke sisi utara yang berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar. “Tadi kejadian sekitar jam 6 (petang) saya ditelepon sama Pak RW 30, katanya Putri Cempo kebakaran,” kata Katarina.
Asap dan kobaran api yang mendekati permukiman membuat puluhan warga di RT 3 RW 39 dievakuasi ke kantor kelurahan. Tiga kepala keluarga tercatat terdampak karena rumah mereka berada dekat dengan titik kebakaran. Sementara itu, Pemerintah Kota Solo membagikan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan kebutuhan bagi warga yang mengungsi, seperti matras, selimut, dan logistik.
Proses pemadaman melibatkan 22 armada pemadam kebakaran dari sejumlah wilayah di Solo Raya hingga Magelang. Angin kencang menjadi salah satu kendala karena membuat kobaran api cepat meluas, ditambah akses menuju titik api yang sulit dilalui petugas. “Iya, dari tumpukan sampah, tapi kan tertutup apa, nggak kelihatan dari pos ya, karena di belakang gedung,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, Herwin Tri Nugroho.
Hingga Kamis (3/9) pagi, api masih terlihat di beberapa bagian gunungan sampah dan kepulan asap putih terus muncul dari kawasan TPA. Pemerintah Kota Solo menyiagakan personel gabungan selama 24 jam untuk mengantisipasi pergerakan api ke area lain. Penyebab pasti kebakaran belum diketahui karena petugas masih memprioritaskan pemadaman, sementara Katarina menyebut kebakaran tersebut menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. (RAI)