JAKARTA, AFU.ID — Kericuhan terjadi di posko pengungsian korban gempa di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Dua tenda bantuan BNPB di halaman Kantor Camat Lamba Leda dibakar pada Senin (24/8/2026). Kepolisian menduga peristiwa tersebut dipicu kekecewaan warga setelah rombongan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa batal mendatangi posko itu.
Warga Benteng Jawa sebelumnya menerima informasi dari pihak kecamatan mengenai rencana kedatangan Khofifah bersama rombongan. Informasi tersebut telah beredar sejak sehari sebelum jadwal kunjungan. Warga kemudian menantikan kedatangan rombongan di posko depan Kantor Camat Lamba Leda.
Namun, rombongan Khofifah hanya mengunjungi posko di Desa Lamba Keli pada Senin. Seusai kunjungan tersebut, rombongan meninggalkan kawasan Benteng Jawa dan melanjutkan perjalanan menuju Labuan Bajo. Sebagian warga yang mengetahui rombongan tidak datang ke posko depan kantor camat kemudian menyampaikan protes.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur Iptu Ahmad Zacky Shodri mengatakan keributan massa terjadi sebelum dua tenda dibakar. “Diduga dipicu oleh kekecewaan warga atas batalnya kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di posko depan Kantor Camat Lamba Leda,” kata Zacky. Kedua tenda yang menjadi sasaran merupakan fasilitas pengungsian yang didirikan BNPB.
Polisi bersama aparat keamanan lainnya mendatangi lokasi untuk menghentikan kericuhan dan mencegah situasi semakin memanas. Kondisi di sekitar Kantor Camat Lamba Leda kemudian berhasil dikendalikan. Kepolisian memastikan situasi telah kembali kondusif.
Belum terdapat keterangan mengenai adanya korban dalam pembakaran tersebut maupun nilai kerusakan kedua tenda. Polisi juga belum mengumumkan identitas pihak yang diduga melakukan pembakaran atau langkah hukum yang diambil. Penanganan peristiwa tersebut masih didasarkan pada pemeriksaan awal kepolisian. (RHU)