AFU.id

Keluarga Sutrimo Tagih Hasil Ekshumasi ke Polda Metro Jaya dan Minta Febrio Diperiksa

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Keluarga Sutrimo mendatangi Polda Metro Jaya untuk menagih hasil ekshumasi jenazah yang dilakukan untuk mengungkap penyebab kematiannya, serta meminta perkembangan resmi mengenai penyidikan melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). Kuasa hukum keluarga juga meminta agar Febrio Adiono, pegawai Kejaksaan Agung yang terlibat dalam membawa Sutrimo ke rumah sakit, diperiksa. Sementara itu, Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk menentukan penyebab kematian Sutrimo.

Keluarga Sutrimo Tagih Hasil Ekshumasi ke Polda Metro Jaya dan Minta Febrio Diperiksa
Petugas membawa peralatan untuk proses ekshumasi jenazah Sutrimo, mantan kepala rumah tangga eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, di Desa Wlahar, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026). (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Keluarga Minta Febrio Diperiksa

Selain mempertanyakan hasil ekshumasi, keluarga juga meminta penyidik memeriksa Febrio Adiono, pegawai Kejaksaan Agung yang disebut menjadi salah satu dari empat orang yang membawa Sutrimo ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring setelah ditemukan tidak bernyawa. Keluarga juga masih mempertanyakan keberadaan ponsel milik Sutrimo yang hingga kini belum diterima pihak keluarga.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik. “Kami masih menunggu dari hasil laboratorium forensik yang hasil pengajuan DNA, jaringan, ataupun kandungan zat lain,” kata Budi, Kamis (27/8/2026). Sebelumnya, polisi melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo.

Sejumlah sampel tubuh diambil untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penyidikan untuk mengetahui penyebab kematiannya. Sutrimo merupakan penjaga sejumlah rumah yang disebut milik mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ia ditemukan meninggal dunia di halaman bekas klinik kecantikan di Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jenazah Sutrimo kemudian dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring oleh empat orang, salah satunya Febrio Adiono. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi