JAKARTA, AFU.ID — Seorang guru perempuan meniti jembatan darurat dari tali dan susunan kayu sambil menggendong anak untuk menyeberangi sungai di Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. Jalur berbahaya yang sama juga dilalui anak-anak dan warga untuk beraktivitas setelah akses utama desa rusak diterjang banjir. Perjuangan tersebut terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.
Guru itu terlihat berjalan perlahan sambil berpegangan pada tali untuk menjaga keseimbangan, sementara arus sungai mengalir di bawahnya. Jembatan darurat tersebut dibangun dari sejumlah tali dan bilah kayu yang dipasang seadanya. Rekaman lain memperlihatkan anak-anak serta warga menggunakan jalur tersebut karena belum tersedia penyeberangan permanen yang aman.
Akses utama menuju Sikundo terputus setelah jalan dan jembatan diterjang banjir bandang pada akhir November 2025. Bencana itu sempat membuat desa terisolasi selama sekitar tiga pekan dan menyulitkan penyaluran bahan pangan, obat-obatan, serta akses pelayanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kemudian membuka jalan alternatif darurat sepanjang lima kilometer dengan mengerahkan tujuh alat berat. Pekerjaan dilakukan dengan membelah kawasan perbukitan dan hutan yang memiliki medan curam serta tanah labil.
Namun, rekaman terbaru menunjukkan sebagian warga masih bergantung pada penyeberangan darurat untuk melintasi sungai. Unggahan Kitabisa menyebut upaya pembangunan sejumlah jembatan masih dilakukan delapan bulan setelah bencana. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat terdapat SD Swasta Sikundo yang beroperasi di gampong tersebut sejak 2023. Sekolah itu berada di bawah Yayasan Amanah Muhammad Amin dan menjadi salah satu fasilitas pendidikan dasar bagi masyarakat setempat.
Persoalan keterisolasian Sikundo bukan baru terjadi setelah banjir 2025. Dokumentasi sejak 2017 menunjukkan warga harus berjalan kaki sekitar dua jam, menyeberangi empat arus Sungai Meureubo, serta melalui dua jembatan kabel untuk mencapai permukiman terdekat. Pemkab Aceh Barat pernah meresmikan jembatan gantung di Sikundo pada Januari 2024.
Jembatan tersebut menjadi penghubung Dusun Durian dan Dusun Sarah Saree serta disebut sebagai bagian dari upaya menyediakan infrastruktur layak bagi masyarakat pedalaman. “Pembangunan ini merupakan komitmen kuat untuk menyediakan infrastruktur yang layak, terutama jalan dan jembatan,” kata Penjabat Bupati Aceh Barat saat itu, Mahdi Efendi Rabu, (10/1/2024).
Belum terdapat keterangan resmi terbaru dari Pemkab Aceh Barat mengenai lokasi pasti jembatan darurat dalam video, target pembangunan penyeberangan permanen, maupun anggaran yang disiapkan untuk memulihkan seluruh akses warga Sikundo. (RHU)