Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
334 Siswa dan Guru Keracunan MBG di Agam Sumbar, Penyaluran Langsung Dihentikan
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ilustrasi. Petugas menyiapkan paket makanan saat uji coba pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Jambi, Jambi, Kamis (17/7/2025). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)
JAKARTA, AFU.ID— Sebanyak 334 orang di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan mulai muncul pada Rabu (2/9/2026), sehari setelah MBG dibagikan kepada para penerima manfaat. Angka itu bertambah dari pendataan awal yang bejumlah 237 orang setelah tim gabungan dari pemerintah dan kecamatan melakukan pengecekan ke sejumlah sekolah serta fasilitas kesehatan di Kecamatan Palupuah.
Dari total 334 orang tersebut, 273 di antaranya merupakan siswa sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Palupuah dan 19 guru SD. 40 korban lainnya berasal dari siswa dan dua guru SMP Negeri 1 Palupuh. Gejala yang dilaporkan beragam, mulai dari pusing, demam, mual, sakit perut hingga diare, dengan sebagian korban mendapat penanganan di Puskesmas Palupuh. Dua siswa harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Bukittinggi.
Dugaan awal keracunan massal ini mengarah pada menu MBG, tetapi penyebab pasti belum dapat dipastikan. Makanan tersebut berasal dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nagari Pasia Laweh yang melayani sekolah-sekolah di Kecamatan Palupuh. Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG saat itu adalah telur puyuh, timun, tomat dan selada. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kabupaten Agam menghentikan sementara penyaluran MBG di wilayah Palupuh sambil melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Pihak SPPG Palupuh mengaku baru mengetahui adanya keluhan dari siswa pada Rabu, karena tidak menerima laporan saat makanan dibagikan. Kepala SPPG Palupuh Wahyu Saputra mengatakan, “Kami juga kaget dengan kejadian hari ini. Saat pembagian MBG, tidak ada laporan keracunan.” Pendataan masih dilakukan untuk memastikan jumlah korban dan penyebab dugaan keracunan massal tersebut. (RAI)