JAKARTA, AFU.ID — Kasus dugaan keracunan makanan pascakonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali meluas di Jawa Tengah. Sebanyak 136 warga SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, yang terdiri dari 135 siswa dan satu orang guru, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan pada Selasa (08/09/2026). Gejala medis tersebut muncul usai mereka menyantap paket olahan MBG yang dibagikan pada Senin siang.
Insiden ini bermula ketika paket makanan yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blora Tunjungan Sukorejo 2 didistribusikan kepada 1.180 siswa penerima manfaat. Paket sajian tersebut berisi menu nasi putih, tempe goreng ketumbar, olahan ayam woku kemangi, serta rebusan brokoli dan jagung manis. Memasuki Selasa pagi, pihak sekolah mulai menerima sejumlah laporan keluhan sakit dari para murid.
Merespons aduan tersebut, pihak manajemen sekolah segera melakukan penelusuran masif di seluruh area ruang kelas. Wakil kepala sekolah meminta seluruh siswa yang merasakan gejala keluhan fisik untuk mengumpulkan diri di aula sekolah guna pendataan. Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora untuk menerjunkan tim medis ke lokasi kejadian guna penanganan darurat.
Hasil pelacakan mengonfirmasi sebanyak 133 siswa dan satu guru di lokasi sekolah mengeluhkan sakit perut, mulas, diare, pusing, hingga lemas. Selain itu, terdapat tiga siswa lainnya yang terpaksa tidak masuk sekolah karena mengalami diare parah di rumah. Total korban terdampak mencapai 136 orang, di mana insiden mual massal ini diakui pihak sekolah baru pertama kali terjadi sejak program MBG digulirkan.
Kejadian ini memicu rasa trauma mendalam di kalangan murid untuk kembali mengonsumsi menu MBG di sekolah. Imbas dari insiden keracunan massal tersebut, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Blora telah merekomendasikan penutupan operasional SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2 serta meminta pengembalian alokasi dana ke Badan Gizi Nasional (BGN) selama proses investigasi sampel makanan berlangsung. (RHU)