JAKARTA, AFU.ID — Influenza A (H3N2) atau Super Flu telah terdeteksi di 13 provinsi di Indonesia berdasarkan data kumulatif sejak Januari 2026. Jawa Timur dan Kalimantan Selatan menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, masing-masing mencatat 18 kasus. Di tengah temuan tersebut, data pengawasan terbaru Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan influenza A masih mendominasi hasil pemeriksaan spesimen pada pekan lalu.
Pada Minggu ke-36, sebanyak 185 sampel diperiksa melalui jaringan laboratorium dan fasilitas kesehatan yang menjadi bagian pemantauan Kemenkes. Dari jumlah tersebut, 86 sampel dinyatakan positif influenza, terdiri atas 76 influenza A(H1N1pdm09), delapan influenza A(H3N2), dan dua influenza B(Victoria). Kemenkes mengingatkan data dalam beberapa pekan terakhir masih bersifat sementara sehingga angka tersebut masih dapat berubah.
Temuan Super Flu tersebar di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan DI Yogyakarta. Data tersebut merupakan akumulasi kasus sejak awal 2026, bukan jumlah kasus yang muncul dalam satu pekan.
Di Jawa Barat, Dinas Kesehatan melaporkan adanya peningkatan gangguan saluran pernapasan yang terpantau melalui sistem pelaporan ILI (influenza-like illness) dan SARI (severe acute respiratory infection). Gejala influenza A dapat berupa demam tinggi, lemas, batuk, pilek, dan pegal-pegal, dengan tingkat keparahan yang dapat berbeda pada setiap orang. Kelompok anak-anak, lanjut usia, serta orang dengan penyakit penyerta menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena berisiko mengalami kondisi yang lebih berat.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Vini Adiani Dewi mengatakan, peningkatan laporan tersebut masih berada di bawah batas maksimal dalam sistem pemantauan kesehatan. “Memang ada peningkatan ya, sakit influenza itu masuk kepada sistem pelaporan yang harus disampaikan kepada provinsi ya,” kata Vini, Selasa (22/9/2026). Ia meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, dan kembali memperhatikan protokol kesehatan terutama ketika berada di tengah kelompok rentan. (RAI)
Sebaran Influenza A di 13 Provinsi
Jawa Timur: 18 kasus
Kalimantan Selatan: 18 kasus
Jawa Barat: 12 kasus
DKI Jakarta: 11 kasus
Sumatera Selatan: 5 kasus
Sumatera Utara: 3 kasus
Bali: 2 kasus
Nusa Tenggara Timur: 2 kasus
Nusa Tenggara Barat: 1 kasus
Sulawesi Utara: 1 kasus
Jawa Tengah: 1 kasus
Sulawesi Selatan: 1 kasus
DI Yogyakarta: 1 kasus