Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
25 Calon Dubes Jalani Fit and Proper Test di DPR, Latar Belakang dan Kapasitas Diplomasi Diperiksa
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Sebanyak 25 calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) RI menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR pada 22-23 September 2026, untuk mempersiapkan tugas diplomatik mereka di berbagai negara dan organisasi internasional. Proses ini mencakup penilaian terhadap kapasitas dan komitmen calon dalam menjalankan kepentingan nasional Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan diplomasi yang semakin kompleks. Hasil uji tersebut akan diserahkan kepada pimpinan DPR sebagai rekomendasi untuk pengangkatan.
Menlu RI, Sugiono (keenam dari kiri), mewakili Indonesia di Peringatan HUT ke-59 ASEAN di Markas Besar ASEAN, Jakarta, Sabtu (8/8/2026). (Foto: Kemlu RI)
JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 25 calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) RI mulai menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pemeriksaan berlangsung selama dua hari, Selasa (22/9/2026) hingga Rabu (23/9/2026), sebelum hasilnya diserahkan kepada pimpinan DPR. Para calon tersebut diusulkan untuk menjalankan tugas diplomatik di berbagai negara dan organisasi internasional.
Komisi I DPR mencermati kapasitas para kandidat sebelum memberikan rekomendasi kepada pimpinan DPR. Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyebut, posisi dubes tidak hanya berkaitan dengan fungsi representasi, tetapi juga kemampuan menjalankan kepentingan Indonesia di negara penempatan. “Dubes bukan hanya menjalankan fungsi representasi negara. Mereka juga harus mampu menerjemahkan kepentingan nasional menjadi agenda diplomasi yang konkret,” kata Dave.
Aspek yang menjadi perhatian mencakup hubungan politik, ekonomi, perdagangan, investasi, perlindungan warga negara Indonesia, hingga kerja sama strategis. Komisi I juga melihat tantangan diplomasi yang semakin kompleks, mulai dari persaingan geopolitik, perubahan rantai pasok global, perkembangan teknologi, hingga persoalan keamanan. Proses tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi terhadap kandidat yang dinilai memiliki kapasitas dan komitmen menjalankan tugas sebagai perwakilan Indonesia.
Pengajuan 25 calon dubes tersebut sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto melalui surat kepada DPR untuk memperoleh pertimbangan. Komisi I kemudian mendapat penugasan dari rapat paripurna untuk membahas usulan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku. (RAI)
25 Calon Dubes RI yang Jalani Fit and Proper Test
Irawan Ronodipuro — Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia, berkedudukan di Beijing
Baringin M.H. Panggabean — Kerajaan Inggris merangkap Irlandia dan IMO, berkedudukan di London
Desra Percaya — Republik India merangkap Kerajaan Bhutan, berkedudukan di New Delhi
Iwan Freddy Hari Susanto — Kerajaan Hasyimiyah Yordania, berkedudukan di Amman
R. Heru Hartanto Subolo — Republik Yunani, berkedudukan di Athena
Azis Nurwahyudi — Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda serta Federasi Saint Kitts dan Nevis, berkedudukan di Bogota
Sigit Suryantoro Widiyanto — Republik Demokratik Timor Leste, berkedudukan di Dili
Albert Abdi — Republik Tanzania, berkedudukan di Dar Es Salaam
R. Sigit Witjaksono — Republik Sudan, berkedudukan di Khartoum
Darianto Harsono — Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka merangkap Republik Maladewa, berkedudukan di Kolombo
Winanto Adi — Kuwait, berkedudukan di Kuwait City
Epiphania Riris Wusananingdyah — Republik Peru merangkap Republik Plurinasional Bolivia, berkedudukan di Lima
Tri Tharyat — Kerajaan Spanyol, berkedudukan di Madrid
Josef A. Nae Soi — Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall dan Republik Palau, berkedudukan di Manila
Bagus Hendraning Kobarsyih — Republik Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, berkedudukan di Astana
Achsanul Habib — Kerajaan Kamboja, berkedudukan di Phnom Penh
Wahyuni Refi Satya Bekti — Kerajaan Bahrain, berkedudukan di Manama
Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake — Republik Afrika Selatan merangkap Republik Botswana
Lintang Total Paramitasari Parnohadiningrat — ASEAN, berkedudukan di Jakarta
Zaim Al Khalis Nasution — Republik Islam Iran, berkedudukan di Tehran
Ratieh Sanggarwaty — Republik Tunisia, berkedudukan di Tunis
Mohammad Iskandarsyah Derry Aman — Republik Polandia, berkedudukan di Warsawa
Dindin Wahyudin — Selandia Baru, berkedudukan di Wellington
Dewi Justicia Meidiwaty — Republik Demokratik Rakyat Laos, berkedudukan di Vientiane
Yulastiawarman — Republik Kroasia, berkedudukan di Zagreb