Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Sebut Orang Melayu Bisa Terbang hingga Ajari Bangsa Romawi Bikin Kapal, Profesor di MalaysiaDipecat
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Lukisan kecil di kapal Ferdinand Magellan, Victoria. (Foto: Rossi Thomson/Biblioteca Civica Bertoliana-Vicenza)
JAKARTA, AFU.ID— Universitas Islam Internasional Malaysia (UIAM) resmi memutus hubungan kerja dengan profesor linguistik Solehah Yaacob sejak 27 April 2026, setelah sejumlah klaim sejarah yang disampaikannya menuai kontroversi. Solehah tidak lagi berstatus profesor maupun mewakili UIAM dalam kapasitas resmi. Kampus juga melarang penggunaan gelar, jabatan, atau hubungan kelembagaan dengan UIAM dalam publikasi, pemberitaan, promosi, dan media sosial.
Pemecatan tersebut berkaitan dengan sejumlah pernyataan Solehah mengenai sejarah Melayu. Ia pernah mengklaim masyarakat Melayu kuno mampu terbang dan mengajarkan "kungfu terbang" kepada orang China. Ia juga menyebut bangsa Romawi kuno belajar teknik pembuatan kapal dari pelaut Melayu, bahkan Solehah terang-terangan mengatakan kekayaan bijih besi di Kedah berasal dari hujan meteorit.
Deretan Klaim Solehah hingga Berujung Pemecatan
Kontroversi Solehah juga mencakup pernyataannya mengenai hubungan Siti Khadijah, istri Nabi Muhammad SAW, dengan dunia Melayu. Sejumlah sejarawan dan akademisi menilai klaim tersebut tidak memiliki dasar sejarah yang kuat dan dapat mengganggu pemahaman terhadap sejarah. Akademisi studi Asia dari University of Tasmania, James Chin, mendukung keputusan UIAM memutus hubungan resmi dengan Solehah.
"Universitas bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, karena sudah terlalu lama banyak hal tidak masuk akal terjadi di universitas-universitas Malaysia, di mana akademisi membicarakan banyak hal yang tidak rasional," kata Chin. Solehah direncanakan akan menggelar presentasi berkaitan dengan sejarah pelayaran Islam yang berlangsung di beberapa tempat, salah satunya Port Klang dan Phuket pada 30 November hingga 3 Desember 2026.
Dalam kegiatan tersebut, ia dijadwalkan membawakan materi berjudul "Misteri Penipuan Kapal Romawi". Menurut Chin, presentasi itu dirancang untuk membawa orang-orang untuk mendukung klaim sejarah yang Solehah berikan.
UIAM Pecat Sholehah
UIAM memperjelas status Solehah agar pernyataan maupun aktivitasnya tidak lagi dianggap mewakili universitas. Kampus menyebut langkah tersebut diperlukan untuk menjaga integritas dan persepsi publik terhadap institusi. "UIAM berharap klarifikasi ini akan membantu menghindari kesalahpahaman dan menjunjung tinggi integritas serta kedudukan akademik universitas," demikian pernyataan resmi UIAM.
Namun, Solehah menolak keputusan tersebut dan menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Perusahaan Malaysia. Ia menyebut, proses pemecatan yang dilakukan UIAM tidak profesional karena dirinya tidak diberi kesempatan mengajukan banding. "Saya dipecat dalam waktu 24 jam setelah dianugerahi penghargaan Malaysia Research Assessment oleh Kementerian Pendidikan Tinggi dan tidak diizinkan mengajukan banding," ujar Solehah.
Solehah mengatakan UIAM sempat menawarkan kompensasi senilai enam bulan gaji, tetapi tawaran tersebut ditolaknya. Ia kini melanjutkan perlawanan melalui jalur hukum, sementara UIAM tetap menegaskan dirinya tidak lagi memiliki jabatan maupun hubungan resmi dengan universitas tersebut. (RAI)