JAKARTA AFU.ID — Sebanyak 20 orang tewas dan 70 lainnya mengalami luka-luka setelah terjadi ledakan yang menargetkan kereta api pengangkut personel militer di Pakistan, Minggu (25/5/2026).
Dilansir dari BBC, ledakan terjadi saat kereta melintas di Stasiun Chaman Phatak, Kota Quetta, ibu kota Provinsi Balochistan di wilayah barat Pakistan. Kereta tersebut diketahui membawa anggota militer beserta keluarga mereka yang hendak pulang kampung untuk merayakan Idul Adha.
Pejabat perkeretaapian Pakistan mengatakan tiga gerbong dan lokomotif keluar dari rel, sementara dua gerbong lainnya terguling akibat ledakan besar tersebut.
Pemerintah daerah Balochistan menyebut kelompok separatis Balochistan Liberation Army (BLA) sebagai pelaku serangan. Otoritas setempat menduga ledakan itu merupakan aksi bom bunuh diri. Sebelumnya, BLA juga telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Foto-foto dari lokasi memperlihatkan gerbong kereta hangus dan rusak parah, kendaraan di sekitar lokasi yang ikut terbakar, serta bangunan di dekat stasiun yang mengalami kerusakan akibat ledakan.
“Kereta sedang berjalan dan ada penumpang di dalam saat ledakan terjadi,” kata warga setempat bernama Naseer Ahmed kepada BBC.
Naseer menambahkan, keluarganya sedang tertidur ketika ledakan mengguncang kawasan tersebut hingga memecahkan seluruh kaca jendela rumahnya.
Sejumlah saksi mata menyebut sebuah kendaraan yang diduga membawa bahan peledak menabrak kereta hingga memicu ledakan besar. Seorang petugas polisi dan pejabat sipil di Balochistan mengonfirmasi sedikitnya 20 orang tewas, termasuk tiga anggota militer. Jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengecam keras serangan tersebut. “Aksi teror pengecut seperti ini tidak akan melemahkan tekad rakyat Pakistan,” ujarnya. Ia juga menegaskan seluruh rakyat Pakistan berdiri bersama masyarakat Balochistan di tengah situasi duka tersebut.
Pemerintah setempat menetapkan status darurat di sejumlah rumah sakit yang menangani korban ledakan. Para penumpang diketahui sebelumnya berangkat dari kamp militer menuju stasiun utama Quetta sebelum melanjutkan perjalanan ke Peshawar dan kota asal mereka untuk libur hari raya.
Ini bukan kali pertama kelompok BLA menyerang kereta api di Balochistan. Dalam dua tahun terakhir, kereta Jaffar Express beberapa kali menjadi sasaran serangan kelompok bersenjata tersebut. Pada Maret 2025 lalu, militan bahkan sempat membajak kereta dan menyandera sejumlah penumpang dalam perjalanan menuju Peshawar.
Kelompok BLA menuduh pemerintah Pakistan mengeksploitasi sumber daya mineral di Provinsi Balochistan tanpa memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Wilayah Balochistan sendiri merupakan provinsi terbesar di Pakistan yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan, serta kerap dilanda konflik bersenjata antara kelompok separatis dan pasukan keamanan Pakistan. (ANT/RAI)