JAKARTA, AFU.ID — Pete Hegseth kembali membuat ulah. Bukan karena keputusan strategisnya sebagai Menteri Pertahanan Amerika Serikat terkait keputusannya di Iran, tetapi karena ia salah mengucapkan doa.
Di depan para petinggi militer di Pentagon, dirinya percaya diri, berdiri tegak di atas mimbar seperti layaknya seorang pemimpin perang. Ia memimpin doa, sebuah tradisi yang agaknya belakangan mulai sering dilakukan di Amerika.
Berikut teks doa Pete Hegeseth yang ramai itu:
“The path of the downed aviator is beset on all sides by the iniquities of the selfish and the tyranny of evil men.
Blessed is he who, in the name of camaraderie and duty, shepherds the lost through the valley of darkness, for he is truly his brother’s keeper and the finder of lost children.
And I will strike down upon thee with great vengeance and furious anger those who attempt to capture and destroy my brother.
And you will know my call sign is Sandy 1 when I lay my vengeance upon thee. Amen.”
Terjemahan ke Bahasa Indonesia:
“Jalan para penerbang yang jatuh diliputi di segala sisi oleh kejahatan orang-orang yang egois dan tirani orang-orang jahat.
Diberkatilah dia yang, atas nama persaudaraan dan tugas, menggembalakan yang tersesat melewati lembah kegelapan, karena sesungguhnya dia adalah penjaga saudaranya dan penemu anak-anak yang hilang.
Dan Aku akan menghantam engkau dengan pembalasan yang besar dan amarah yang murka terhadap mereka yang mencoba menangkap dan menghancurkan saudaraku.
Dan engkau akan tahu panggilan sandiku adalah Sandy 1 ketika Aku menumpahkan pembalasan-Ku atas engkau. Amin.”
Sekilas tidak ada yang aneh dengan doa penyemangat itu. Semua terdengar jelas dan cukup membangkitkan semangat perang. Tetapi tidak semua orang merasa begitu, khususnya bagi pecinta film karya Quentin Tarantino berjudul Pulp Fiction (1994).
Cuplikan doa itu adalah potongan adegan dalam film yang sangat terkenal itu. Diucapkan aktor Samuel L. Jackson secara monolog sebelum mengeksekusi Brett (diperankan oleh aktor Frank Whaley), lelaki tak berdaya yang mencuri barang terlarang milik bosnya Samuel.
Masalahnya, Pete menganggap doa yang baru saja ia bacakan itu berasal dari Alkitab, Ezekiel 25:17.
Padahal, narasi dalam monolog Samuel dalam film itu murni bikinan penulis naskah film Roger Avary. Hanya sedikit saja petikan yang memang dari Alkitab, yaitu pada bagian akhir doa yang hanya sedikit saja.
Tak perlu menunggu lama hingga netizen dunia tahu kabar itu. Tanggapan warganet bermacam rupa: "Pemerintahan Badut-badut. Kepala Pentagon Pete Hegseth membaca ayat Alkitab palsu dari Pulp Fiction." Tulis @Bidhu_Nayak di X.
"Samuel L. Jackson yang tak terlupakan dan monolognya yang sudah menjadi legenda. ... Dengan Pete Hegseth, yang menang adalah Pulp Fiction." Tulis @AntonioArnolfo pengguna X lainnya.
Lewat doa itu, Hegseth ingin memberi nuansa ilahiah dalam perangnya melawan Iran. Ia mencoba menyamakan frekuensinya dengan karakter dalam film itu saat hendak mengeksekusi lawan yang disebut melanggar ketentuan Tuhan.
Menurutnya, doa ini dipakai kru pencarian dan penyelamatan tempur, yang menamakan doa itu sebagai "CSAR 25:17".
"Menurut saya, doa ini dimaksudkan untuk mencerminkan Yehezkiel 25:17," ucap Hegseth.
Dalam versi Hegseth, ia mengganti kalimat "dan mereka akan tahu bahwa Akulah Tuhan" dari Yehezkiel dengan kode panggilan untuk pesawat tempur A-10 Warthog AS.
Pentagon Malah Ngegas
Citra Amerika di muka dunia memang sudah tidak tertolong lagi. Ini bukan kali pertama Hegseth menunjukkan kesalahannya di muka publik.
Sebelumnya, dia juga pernah melakukan kesalahan yang tak kalah fata saat diminta menyebut nama-nama negara ASEAN oleh Senator Tammy Duckworth tentang ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). Bukannya menyebut Singapura, Indonesia dan 8 negara lain, dia malah menyebut Jepang, Korea Selatan dan Australia.
Untuk meredam narasi kesalahan fatal soal doa itu, Pentagon langsung mengambil tindakan. Juru bicara utamanya, Sean Parnell menyebut berita tentang kesalahan itu merupakan berita palsu (hoaks) karena menuduh Hegseth salah mengira monolog Jackson di film sebagai ayat kitab suci sesungguhnya.
"Pada Rabu, Menteri Hegseth membagikan doa khusus yang disebut sebagai doa CSAR, yang digunakan oleh para pejuang pemberani Sandy-1 selaku pemimpin misi penyelamatan siang hari Dude 44 Alpha dari Iran, yang jelas terinspirasi oleh dialog dalam Pulp Fiction," tulis Parnell di media sosial X.
Dia membenarkan Hegseth bahwa baik doa CSAR maupun dialog dalam Pulp Fiction merupakan cerminan dari ayat Ezekiel 25:17, seperti yang dengan jelas dikatakan Menteri Hegseth dalam sambutannya pada kebaktian.
Sementara itu, Roger Avary, si penulis skenario film itu, juga memberi komentar. Katanya di X, "Saya sangat setuju @SecWar mengutip Jules di Pulp Fiction jika itu bisa mencegah peluru mengenai tentara kita."
Sebagai menteri dari kabinet yang presidennya dari Partai Republikan yang konservatif, membawa nuansa agama dalam setiap agenda tentu saja dapat dimaklumi. Bukan kali ini saja Hegseth melakukan aktivitas religius dalam melegitimasi perangnya itu.
Bulan lalu, dia berdoa meminta kepada Tuhan agar "memberikan satuan tugas ini sasaran yang jelas dan benar untuk melakukan kekerasan."
Belum selesai polemik antara Donald Trump dengan Paus Leo XIV soal kritik pemimpin Gereja Katolik yang menyebut bahwa orang yang memanipulasi agama untuk kepentingan politik akan celaka, Hegseth malah seperti menganggap remeh kitab sucinya sendiri. (EER)