AFU.ID, JAKARTA — Muhammad Said Didu melontarkan kritik tajam terhadap keputusan pemerintah yang tetap mempertahankan keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Ia menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan situasi geopolitik yang berkembang.
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN itu menyinggung keterlibatan Israel—yang juga tergabung dalam BoP—dalam konflik yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon saat menjalankan misi PBB.
“Israel sudah membuat keputusan menghukum mati semua tahanan Palestina,” kata Said Didu, Jumat (3/4).
Ia juga menyoroti dampak lain yang dinilai merugikan, termasuk hambatan operasional kapal tanker milik Pertamina yang disebut belum bisa melintasi Selat Hormuz.
Selain itu, ia mengklaim sejumlah negara di Eropa dan Timur Tengah mulai menjauh dari Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik global.
“Amerika Serikat dan Israel sudah di ambang kekalahan perang,” ujarnya.
Bagi Said Didu, rangkaian kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi Indonesia untuk mengevaluasi posisinya di BoP. Ia bahkan mempertanyakan dasar pertimbangan pemerintah yang tetap bertahan dalam organisasi tersebut.
“Otak waras saya tidak mampu mencerna kenapa keputusan ini masih dipertahankan,” katanya.
Ia pun berharap Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah untuk menarik Indonesia dari keanggotaan itu.
“Saya harap Presiden segera membatalkan keanggotaan di BoP,” ucapnya. (*)