SONGKHLA, AFU.ID — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Sumatera turut berdampak hingga ke Thailand. Asap kebakaran itu membuat sejumlah Provinsi di Thailand Selatan memiliki indeks kualitas udara yang buruk dalam tiga hari terakhir.
Contohnya di Provinsi Songkhla, terutama Kota Hat Yai, dalam laporan IQ Air terkonfirmasi konsentrasi PM2.5 yang artinya kualitas udara tidak sehat. Berdasarkan laporan Data Air Pollution and Health Effect Research Center di Prince of Songkla University, konsentrasi PM2.5 di Hat Yai mencapai 85,5 mikrogram per meter kubik per jam. Untuk rata-rata hariannya mencapai 77,9 mikrogram per meter kubik.
Kondisi kabut asap di Thailand Selatan turut dibagikan sejumlah warganet lokal di media sosial. Hal ini membuat warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus keluar rumah. Asap yang melanda Hat Yai merupakan imbas asap lintas batas (transboundary haze) yang berasal dari kebakaran di wilayah Indonesia, terutama Sumatera dan Kalimantan. Hal ini kian diperparah oleh pergerakan angin muson barat daya yang mengarah ke wilayah Thailand selatan.
"Kabut asap karhutla Sumatera semakin terlihat di sejumlah bagian Hat Yai sejak Selasa (14/9/2026) malam. Asap tebal itu terpantau melanda kawasan di sepanjang rute menuju Khao Kho Hong serta Hat Yai Municipal Park," tulis laporan tersebut. Sebagai indikator, konsentrasi PM2.5 di Hat Yai tercatat mencapai 67,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Kamis (17/9/2026) pukul 09.00 waktu setempat. Laporan data Air Pollution and Health Effect Research Center di Prince of Songkla University itu menjadi acuan bagi warga lokal dan turis asing.
Indikator udara itu masuk kategori oranye, yang berarti kualitas udara mulai berdampak terhadap kesehatan karena sudah jauh di atas ambang batas aman PM2.5 yang ditetapkan pemerintah Thailand sebesar 37,5 µg/m³. Bahkan beberapa distrik masuk dalam kategori merah dengan konsentrasi mencapai 88,2 µg/m³, sedangkan rata-rata harian berada di sekitar 59,9 µg/m³.
Tak hanya di Provinsi Songkhla, wilayah Thailand Selatan lainnya yang terdampak asap adalah Yala, Pattani, Narathiwat, Satun, Phatthalung, Trang dan Nakhon Si Thammarat karena konsentrasi PM2.5 masih tinggi di sejumlah wilayah Thailand bagian selatan. (FAP)