JAKARTA, AFU.ID — Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) berhasil memedamkan api karhutla seluas 4.465,62 hektare dalam 5 hari. Meski begitu, kabut asap masih melanda khususnya di wilayah di Kalimantan dan Sumatera.
Kemenko Polkam menyebut pemadaman api karhutla terus dimonitor dan terus berproses tiap hari. "Jadi catatan kami tadi progres pemadam yang dilaksanakan selama lima hari sejak kita konferensi pers yang lalu sampai dengan hari ini seluas 4.465,62 hektar," kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi Kemenko Polkam, Brigjen TNI Inf Honi Havana, dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).
Honi menambahkan, upaya pemadaman karhutla melibatkan berbagai unsur, baik pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan hingga Manggala Agni. Hal itu terus diperkuat dengan melibatkan bantuan asing yakni Tentara dari Jepang yang turut membantu karhutla di wilayah Kalimantan Barat.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan perkembangan pemadaman karhutla yang berlangsung pada 17-21 September 2026. BNPB juga memaparkan progres pemadaman di tiap wilayah khususnya di Sumatera.
Dalam laporan BNPB, wilayah Sumatera Selatan menjadi lokasi yang lahannya paling luas dipadamkan. "Jumlah lahan yang terbakar per tanggal 17 sampai 21 September kemarin itu kalau kita total di setiap provinsi, bahwa Sumatera Selatan adalah paling tinggi, yang luas lahan yang dipadamkan itu sebesar 2.233 hektar lebih," ucap Berton.
BNPB dalam laporannya menyebut 275 hektar lahan yang terdampak Karhutla telah dipadamkan di wilayah Riau. Sementara di Kalimantan Selatan total lahan karhutla yang berhasil dipadamkan yakni seluas 479 hektar. "Kalimantan Tengah ada 634 hektar, kemudian Kalimantan Barat ada 384 hektar, dan Jambi ada 458 hektar. Itu yang kita padamkan selama beberapa 5 hari terakhir ini," pungkas dia. (FAP)