AFU.ID - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengecam keras aksi serangan yang menyasar target sipil dan objek ekonomi vital di kawasan Timur Tengah. HNW mengingatkan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mewaspadai skenario adu domba yang berpotensi memperluas eskalasi konflik di wilayah tersebut.
HNW menyoroti serangan terhadap fasilitas ekonomi penting, seperti kilang Ras Tanura milik Aramco di Arab Saudi dan produksi LNG Qatar Energy. Selain itu, ia menyesalkan jatuhnya korban di objek sipil, termasuk sekolah perempuan di Minab dan rumah sakit Gandhi di Teheran, Iran.
"Adu domba dan penyerangan terhadap target-target sipil/ekonomi/nonmiliter merupakan pola yang selama ini dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina di Gaza dan lain-lainnya dan harus diwaspadai ketika jurus ini juga terulang kembali dalam perang Israel terhadap Iran. di mana sekolah bahkan yang khusus perempuan dan rumah sakit sudah menjadi korban dari serangan Israel," ujar HNW dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dikutip Kamis 5 Maret 2026.
Ia juga menekankan bahwa segala bentuk serangan terhadap warga sipil dan fasilitas non-militer, termasuk serangan balik yang mengenai objek ekonomi di Saudi dan Qatar, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip Islam.
"Tetapi juga serangan balik Iran dengan disasarnya obyek ekonomi vital non militer di Saudi dan Qatar, siapapun pelakunya, juga harus diwaspadai dan dikutuk keras, karena penyerangan-penyerangan terhadap target nonmiliter dan terhadap warga sipil jelas merupakan pelanggaran hukum internasional, tidak sesuai Piagam PBB, Statuta OKI, dan juga tidak dibenarkan dalam Islam," tambahnya.
Politisi senior ini mengimbau negara-negara anggota OKI di kawasan Teluk untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan operasi false flag atau bendera palsu. Menurutnya, taktik ini bertujuan menyeret negara-negara kawasan ke dalam perang terbuka dan memecah solidaritas internal.
HNW mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan OKI untuk segera mengambil langkah nyata, termasuk menjatuhkan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti menyerang target non-militer guna menghentikan eskalasi. Ia juga mendorong Sekretariat Jenderal OKI untuk menginisiasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa.
Ia memperingatkan bahwa perpecahan di antara negara OKI hanya akan menguntungkan agenda ekspansi "Israel Raya" yang mengancam kedaulatan kawasan.
"Penting agar makar/konspirasi Israel itu malah menyadarkan negara-negara OKI untuk segera dapat mewujudkan kerjasama, saling menguatkan esensi mereka sebagai sesama anggota OKI yang didirikan untuk saling membantu dan menyelamatkan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina, bukan malah sebaliknya saling melemahkan," tegas HNW. (*)