JAKARTA, AFU.ID — Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa (BEM KBM) Universitas Pakuan (Unpak) Bogor menyerukan aksi unjuk rasa menuju Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (28/8/26). Peserta dijadwalkan berkumpul di kampus mulai pukul 09.00 WIB sebelum bergerak ke lokasi aksi.
Seruan aksi tersebut disampaikan melalui publikasi BEM KBM Unpak. Mahasiswa menyatakan aksi digelar untuk menyampaikan sikap terhadap sejumlah persoalan nasional yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
Dalam aksi itu, mahasiswa membawa enam tuntutan utama. Berikut penjelasan masing-masing tuntutan:
Evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program MBG, terutama terkait ketepatan sasaran, kualitas makanan, keamanan pangan, transparansi anggaran, serta dampaknya bagi penerima manfaat.
Evaluasi program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)
Tuntutan ini mencakup peninjauan terhadap perencanaan, pengelolaan, pendanaan, dan manfaat KDMP bagi masyarakat desa. Mahasiswa menilai program tersebut perlu dijalankan secara transparan dan tidak membebani masyarakat.
Evaluasi dan perubahan Undang-Undang TNI-Polri
Mahasiswa meminta aturan yang mengatur kewenangan TNI dan Polri dikaji kembali. Evaluasi tersebut diarahkan untuk memastikan pembagian tugas, pengawasan, serta penggunaan kewenangan tetap sesuai prinsip demokrasi dan supremasi sipil.
Percepatan reforma agraria
Mahasiswa mendesak pemerintah mempercepat penyelesaian konflik dan ketimpangan kepemilikan tanah. Reforma agraria dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, petani, dan kelompok yang terdampak konflik agraria.
Evaluasi kepemimpinan Prabowo-Gibran
Tuntutan ini merupakan bentuk desakan agar pemerintah mengevaluasi kinerja kepemimpinan nasional, termasuk pelaksanaan janji politik, kebijakan publik, kondisi ekonomi, serta respons pemerintah terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Perombakan Kabinet Merah Putih dan pengawalan RUU Perampasan Aset
Mahasiswa mendesak adanya evaluasi terhadap kinerja para menteri dan kemungkinan perombakan kabinet apabila dinilai tidak mampu menjalankan tugas secara efektif. Selain itu, mereka meminta pembahasan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset dikawal agar dapat memperkuat upaya pemberantasan korupsi dan pemulihan aset negara.
BEM KBM Unpak menyebut enam tuntutan tersebut menjadi dasar penyampaian aspirasi mahasiswa dalam aksi di depan Gedung DPR RI. Mereka mengajak peserta berkumpul di titik yang telah ditentukan sebelum berangkat bersama menuju Jakarta. Hingga Jumat pagi, persiapan aksi dilakukan di lingkungan kampus. Aksi Unpak menjadi bagian dari rangkaian demonstrasi mahasiswa dan kelompok masyarakat yang berlangsung di sekitar Gedung DPR RI. (RHU)