Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Diduga Intimidasi Sopir Bus Rombongan Demo Aliansi Pati, Penelpon Tak Dikenal Kena Mental Setelah Diminta Video Call
Bagikan:
Penulis: Erik Erfinanto · Reporter: Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI. Foto Istimewa.
Ringkasan Berita
Sebuah video percakapan telepon antara sopir bus dan penelpon tak dikenal yang diduga melakukan intimidasi terkait aksi demo pada 27 Agustus 2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sopir bus dan penyewa bus mempertanyakan maksud penelpon yang menanyakan tujuan keberangkatan bus, dan situasi semakin memanas ketika penyewa bus menantang penelpon untuk melakukan video call guna memastikan identitasnya, yang berujung pada penutupan sambungan oleh penelpon. Identitas dan motif penelpon masih belum jelas, namun insiden ini menyoroti kekhawatiran menjelang aksi yang melibatkan rombongan Aliansi Warga Pati.
JAKARTA, AFU.ID — Sebuah video berisi percakapan melalui sambungan telepon antara sopir bus dan seorang penelpon tak dikenal ramai beredar di media sosial. Dalam percakapan tersebut, sopir bus diduga hendak diintimidasi terkait rencana keberangkatan rombongan peserta aksi 27 Agustus 2026 di Gedung DPR RI, Jakarta. Dalam video itu, sopir bus awalnya menerima telepon dari seseorang yang mengaku berasal dari Jogja. Penelpon tersebut kemudian menanyakan keberadaan dan tujuan bus yang disebut akan berangkat ke Jakarta.
Percakapan berlangsung tegang ketika pihak yang menyewa bus mengambil alih telepon. Penyewa bus mempertanyakan maksud penelpon yang menghubungi sopir dan meminta agar persoalan tersebut disampaikan secara terbuka. “Ini siapa? Ini siapa? Jendengan mau... Jawabannya apa? Jawabannya apa? Kamu mau ada apa, Pak? Mau ngancam? Maunya apa? Maunya apa?” demikian terdengar dalam percakapan yang diakses Afu.id, Rabu (26/8/2026).
Pihak penyewa bus kemudian menantang penelpon untuk bertemu langsung dan mempertanyakan apakah ada persoalan terkait uang sewa bus. “Mau ganti uangnya? Atau mau ke sini, ketemu kita? Uang Anda banyak. Nggak usah banyak bacot. Mental kita bukan mental pengecut,” kata pihak penyewa bus.
Situasi semakin memanas ketika pihak penyewa meminta penelpon melakukan video call untuk memastikan identitas dan keberaniannya berbicara secara langsung. “Video call berani nggak? Video call. Coba video call. Angkat. Nomornya, nomornya ini. Hei, video call. Video call aja kalau ngomong,” ujar pihak penyewa.
Namun, berdasarkan rekaman yang beredar, penelpon tersebut disebut akhirnya menutup sambungan telepon setelah terus diminta melakukan video call. Belum diketahui secara pasti identitas penelpon maupun motif di balik komunikasi tersebut. Rekaman percakapan itu juga belum dapat memastikan apakah telepon tersebut benar merupakan upaya intimidasi atau memiliki tujuan lain.
Aksi 27 Agustus 2026 sendiri disebut akan diikuti sejumlah kelompok masyarakat, termasuk rombongan Aliansi Warga Pati yang berencana menuju Gedung DPR RI di Jakarta. Percakapan tersebut kini menjadi perhatian karena muncul menjelang keberangkatan rombongan peserta aksi. (EER)