JAKARTA, AFU.ID — Pergantian posisi Menteri Keuangan (Menkeu) kepada Suahasil Nazara dipastikan tidak mengendurkan prioritas penindakan di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa jajarannya tetap berkomitmen penuh menjalankan fungsi pengawasan serta pemberantasan seluruh bentuk aktivitas perdagangan ilegal.
Pernyataan tersebut disampaikan Djaka dalam konferensi pers di Jakarta, menanggapi arahan perdana dari Menkeu Suahasil Nazara kepada jajaran kementerian. Pihak DJBC memastikan fokus tugas operasional akan terus diarahkan pada penanganan penyelundupan di wilayah perbatasan laut dan darat, sekaligus mengamankan target penerimaan negara demi menjaga stabilitas fiskal.
Sebelumnya, Menkeu Suahasil Nazara mengapresiasi tren penindakan DJBC yang dinilai semakin solid dalam menekan peredaran barang terlarang. "Sepemantauan saya, penangkapan kegiatan-kegiatan ilegalnya itu menjadi lebih kuat dan akan kita lanjutkan terus," ujar Suahasil dalam konferensi pers resmi di Jakarta pada Senin (14/09/2026).
Suahasil menekankan bahwa penindakan terhadap maraknya peredaran rokok ilegal menjadi salah satu poin krusial yang memerlukan perhatian ekstra. Kendati demikian, prioritas pengawasan kepabeanan dan cukai juga tetap menyasar komoditas serta aktivitas ilegal lainnya demi melindungi pelaku industri dalam negeri dan menjaga kesehatan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Terkait dinamika penataan organisasi, Suahasil sebelumnya menyatakan bakal mendalami kembali kebijakan perombakan posisi pejabat Bea Cukai yang sempat dirombak pada era Purbaya Yudhi Sadewa. Menanggapi hal itu, Djaka menegaskan pelaksanaan tugas pelayanan dan pengawasan operasional harian DJBC tetap berjalan normal tanpa menunggu keputusan resmi mengenai perubahan susunan pejabat internal. (RHU)