AFU.id

Erupsi Anak Krakatau Tutup 6 Bandara, Kemenhub Larang Maskapai Paksakan Penerbangan

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Erupsi Gunung Anak Krakatau mengakibatkan penutupan enam bandara di Indonesia, termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Radin Inten II, selama empat jam ke depan akibat sebaran abu vulkanik yang masih terdeteksi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan pentingnya keselamatan penerbangan dan melarang maskapai untuk memaksakan penerbangan dalam kondisi tersebut. Kemenhub juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau situasi dan menyediakan bandara alternatif guna mengantisipasi gangguan penerbangan.

Erupsi Anak Krakatau Tutup 6 Bandara, Kemenhub Larang Maskapai Paksakan Penerbangan
Ilustrasi: Sejumlah pesawat udara dari berbagai maskapai terparkir di apron Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj).

Kemenhub Siapkan Bandara Alternatif

Kemenhub terus berkoordinasi dengan BMKG, PVMBG, AirNav Indonesia, pengelola bandara, maskapai, dan pihak terkait untuk memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dudy mengatakan kondisi sebaran abu dapat berubah sehingga keputusan mengenai operasional penerbangan akan terus disesuaikan dengan informasi terbaru.

Karena itu, maskapai diminta mengikuti perkembangan kondisi sebelum menjalankan penerbangan. Kemenhub juga meminta maskapai segera memberikan informasi kepada penumpang apabila penerbangan terdampak. Proses pembatalan maupun pengembalian dana tiket dapat dilakukan secara elektronik melalui email atau telepon sehingga penumpang tidak perlu datang ke bandara.

Untuk mengantisipasi gangguan penerbangan, Kemenhub menyiapkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Bandara Ahmad Yani, dan Bandara Internasional Juanda sebagai bandara alternatif. Namun, pengalihan penerbangan tetap bergantung pada kemampuan maskapai atau operator untuk memindahkan operasional ke bandara alternatif tersebut. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi