Aktivitas Anak Krakatau Masih Dipantau
Meski delapan bandara telah kembali beroperasi, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian. Pemantauan terhadap kondisi gunung dan ruang udara tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan sebaran abu vulkanik yang dapat berdampak terhadap penerbangan. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada 9 September 2026 pukul 00.47 WIB.
Gunung tersebut masih berada pada Status Level III atau Siaga. Namun, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), belum terdapat informasi abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional penerbangan di wilayah tersebut. Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan BMKG, PVMBG, AirNav Indonesia, operator bandar udara, maskapai penerbangan, dan pihak terkait lainnya. Koordinasi dilakukan untuk memastikan penerbangan tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi ruang udara.
Dudy mengatakan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus dipantau karena perubahan kondisi dapat memengaruhi operasional penerbangan. “Kami bersama BMKG, PVMBG, AirNav Indonesia, operator bandar udara, maskapai penerbangan, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta potensi dampaknya terhadap operasional penerbangan,” tegasnya. (FAD)





























