AFU.id

8 Bandara Kembali Beroperasi Usai Erupsi Anak Krakatau, 966 Penerbangan Dijadwalkan

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Operasional delapan bandara yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau telah kembali normal, dengan Bandara Soekarno-Hatta menjadwalkan 966 penerbangan pada 9 September 2026, terdiri dari 722 penerbangan domestik dan 244 internasional. Meskipun aktivitas penerbangan sudah berjalan, Gunung Anak Krakatau tetap dalam pemantauan karena masih berstatus Siaga (Level III) dan mengalami erupsi terbaru pada hari yang sama. Kementerian Perhubungan bersama BMKG dan PVMBG terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan penerbangan di tengah potensi dampak sebaran abu vulkanik.

8 Bandara Kembali Beroperasi Usai Erupsi Anak Krakatau, 966 Penerbangan Dijadwalkan
Ilustrasi: Sejumlah pesawat udara dari berbagai maskapai terparkir di apron Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal).

Aktivitas Anak Krakatau Masih Dipantau

Meski delapan bandara telah kembali beroperasi, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih menjadi perhatian. Pemantauan terhadap kondisi gunung dan ruang udara tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan sebaran abu vulkanik yang dapat berdampak terhadap penerbangan. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada 9 September 2026 pukul 00.47 WIB.

Gunung tersebut masih berada pada Status Level III atau Siaga. Namun, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), belum terdapat informasi abu vulkanik yang berdampak terhadap operasional penerbangan di wilayah tersebut. Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan BMKG, PVMBG, AirNav Indonesia, operator bandar udara, maskapai penerbangan, dan pihak terkait lainnya. Koordinasi dilakukan untuk memastikan penerbangan tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi ruang udara.

Dudy mengatakan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus dipantau karena perubahan kondisi dapat memengaruhi operasional penerbangan. “Kami bersama BMKG, PVMBG, AirNav Indonesia, operator bandar udara, maskapai penerbangan, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta potensi dampaknya terhadap operasional penerbangan,” tegasnya. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi