JAKARTA, AFU.ID — Enam bandara di wilayah Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat ditutup sementara akibat terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan operasional penerbangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penutupan enam bandara tersebut diperpanjang hingga empat jam ke depan setelah hasil pemantauan terbaru masih menunjukkan adanya abu vulkanik.
"Terkait dengan penerbangan, khususnya penutupan bandara, per waktu sekarang ini kami kemungkinan akan masih melakukan penutupan sampai empat jam ke depan," kata Dudy dalam konferensi pers secara daring dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (6/9/2026). Penutupan diperkirakan berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIB.
Dudy menjelaskan, berdasarkan pengujian menggunakan metode paper test, enam bandara masih menunjukkan hasil positif terdapat abu vulkanik. “Sehingga, untuk empat jam ke depan kami masih melakukan penutupan Bandara Radin Inten, kemudian Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Budiarto, Pondok Cabe, dan Husein Sastranegara," ujarnya.
Enam bandara tersebut yakni Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Budiarto Curug Tangerang, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung. Penutupan dilakukan setelah Kementerian Perhubungan menerima informasi dari BMKG mengenai sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. Awalnya, hanya lima bandara yang ditutup. Namun, setelah dilakukan pengujian lanjutan sekitar pukul 12.00 WIB, abu vulkanik juga terdeteksi di Bandara Husein Sastranegara sehingga operasional penerbangan di bandara tersebut turut dihentikan sementara.
22 Penerbangan Radin Inten Dibatalkan
Dampak paling signifikan terlihat di Bandara Internasional Radin Inten II Lampung. Sebanyak 22 penerbangan dari dan menuju bandara tersebut dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, mengatakan pembatalan berlaku hingga pukul 18.00 WIB berdasarkan NOTAM Nomor B1125/26 NOTAMR B1124/26. "Pada Minggu (6/9) sampai dengan pukul 18.00 WIB terdapat 22 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II mengalami pembatalan," kata Kiki di Bandarlampung.
Pembatalan tersebut mencakup penerbangan Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Indonesia AirAsia, Lion Air, TransNusa, dan Batik Air, baik rute Lampung-Jakarta maupun sebaliknya. Sejumlah penerbangan internasional rute Lampung-Kuala Lumpur dan sebaliknya juga terdampak. Menurut Kiki, keputusan tersebut diambil untuk memastikan keselamatan penumpang dan kru pesawat. "Bagi masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Internasional Radin Inten II diimbau untuk memantau jadwal penerbangannya dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal keberangkatannya," ujarnya.
1.344 Penumpang di Bandara Husein Sastranegara Terdampak
Sementara itu, penutupan Bandara Husein Sastranegara Bandung berdampak terhadap delapan penerbangan. Jumlah tersebut terdiri atas empat penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan dengan total sekitar 1.344 penumpang. General Manager Bandara Husein Sastranegara, Granito W. Hindrawan, mengatakan abu vulkanik mulai terdeteksi di kawasan bandara sekitar pukul 11.00 WIB. "Mulai jam 11.00, kami mendapatkan informasi bahwa abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sudah terdeteksi di Bandara Husein Sastranegara," kata Granito di Bandung, Minggu.
Empat penerbangan kedatangan yang terdampak terdiri atas dua penerbangan rute Bali-Bandung serta masing-masing satu penerbangan Balikpapan-Bandung dan Surabaya-Bandung. Sementara itu, empat penerbangan keberangkatan terdiri atas dua penerbangan Bandung-Surabaya serta masing-masing satu penerbangan Bandung-Bali dan Bandung-Balikpapan. Pihak bandara kemudian berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, Lanud Husein Sastranegara, dan maskapai untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Bandara juga menerbitkan NOTAM yang menetapkan penutupan aerodrome hingga pukul 16.00 WIB. Selama penutupan, petugas melakukan pemeriksaan setiap 30 menit menggunakan paper test untuk mengetahui apakah abu vulkanik masih terdapat di kawasan bandara. "Setiap 30 menit kami akan tetap melakukan paper test untuk menguji apakah abu vulkanik masih ada atau tidak di Bandara Husein Sastranegara," ujar Granito. (EER)