Jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, isu dugaan pengondisian dan penculikan Ketua Pengurus Cabang (PCNU) muncul di media sosial, dengan beberapa ketua yang sulit dihubungi saat pertemuan. Menanggapi hal ini, Ketua Panitia Pusat Muktamar, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan bahwa isu tersebut merupakan bagian dari dinamika yang biasa terjadi sebelum Muktamar dan menegaskan tidak ada intervensi dalam pelaksanaannya, serta meminta kepercayaan terhadap kemampuan pengurus dalam menyikapi informasi yang beredar.
Menteri Sosial sekaligus Ketua Panitia Muktamar PBNU 2026 Saifullah Yusuf. Foto istimewa
JAKARTA, AFU.ID — Isu dugaan pengondisian hingga penculikan sejumlah Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mencuat menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur. Isu tersebut beredar melalui sejumlah tangkapan layar di media sosial. Dalam informasi yang beredar, beberapa Ketua PCNU disebut dikumpulkan untuk mendapatkan pengarahan khusus.
Mereka juga dikabarkan sulit dihubungi selama berada dalam pertemuan tersebut. Panitia Pusat Muktamar ke-35 NU kemudian merespons kabar tersebut. Ketua Panitia Pusat Muktamar, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyebut isu semacam itu sebagai bagian dari dinamika yang kerap muncul menjelang Muktamar NU. "Biasa-biasa saja, enggak ada yang istimewa. Setiap Muktamar juga ada isu-isu seperti itu," ujar Gus Ipul di Jombang, Jawa Timur, Selasa (25/8/2026).
Gus Ipul tidak secara spesifik membenarkan ataupun membantah seluruh informasi yang beredar mengenai dugaan pengondisian tersebut. "Ya itu bisa benar, bisa tidak benar," katanya. Menurut Gus Ipul, para peserta Muktamar merupakan pengurus yang telah memiliki pengalaman dalam organisasi. Karena itu, dia meminta agar para peserta dipercaya mampu menentukan sikap terhadap berbagai informasi maupun pengarahan yang mereka terima.
"Percayalah bahwa peserta Muktamar ini adalah pengurus-pengurus yang terlatih, pengurus yang paham, pengurus yang bisa memilah dan memilih mana yang benar mana yang enggak benar. Percayakan saja sama beliau," ujarnya. Di tengah munculnya isu tersebut, Gus Ipul juga memastikan tidak ada intervensi dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Dia menyatakan forum organisasi akan berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
"Tidak ada, saya pastikan tidak ada intervensi. Saya pastikan tidak ada intervensi," tegas Gus Ipul yang juga merupakan Sekretaris Jenderal PBNU. Gus Ipul mengatakan besarnya perhatian terhadap Muktamar NU tidak terlepas dari skala organisasi NU yang besar. Menurut dia, banyak pihak ingin terlibat dan memberikan kontribusi dalam perhelatan tersebut. "Tapi kita tahu NU ini adalah besar dan tentu banyak yang ingin terlibat, ingin berkontribusi. Tapi kita juga tahu bahwa NU selalu bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik," pungkasnya. (FAD)