JAKARTA, AFU.ID — PT Kereta Api Indonesia (KAI) menimbang penerapan biodiesel B50 yang akan diberlakukan pemerintah sebagai bagian dari kebijakan transisi energi nasional. Proses transisi penggunaan biodiesel ini berjalan bertahap sesuai roadmap perusahaan, mulai dari B0 pada 2017 hingga B40 pada 2025–2026, dan kini memasuki tahap akhir persiapan menuju implementasi B50 yang ditargetkan berlaku secara nasional pada 1 Juli 2026.
Vice President Public Relations KAI, Bobby Rasyidin, mengatakan penguatan roadmap tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebijakan pemerintah terkait energi baru terbarukan, pengurangan emisi, serta penguatan ketahanan energi nasional. "Transformasi bahan bakar di lingkungan KAI berjalan mengikuti arah kebijakan mandatori biodiesel pemerintah," ujarnya, Senin (15/6/2026).
Berdasarkan data perusahaan, penggunaan biodiesel di operasional KAI telah mengalami peningkatan bertahap, dari B0 menjadi B20, lalu B30, B35, hingga B40, sebelum menuju B50 yang saat ini sedang dalam tahap uji teknis. KAI saat ini juga tengah melakukan pengujian biodiesel B50 pada lokomotif dan genset sejak April 2026, bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengevaluasi performa mesin, konsumsi bahan bakar, emisi, dan ketahanan sarana.
Menurut Bobby, uji teknis tersebut penting mengingat operasional kereta api memiliki karakteristik khusus dengan beban angkut besar, perjalanan panjang, serta standar keandalan tinggi yang harus dipastikan tetap aman saat transisi energi dilakukan. Ia menegaskan, setiap tahapan transisi energi harus menghasilkan manfaat nyata, mulai dari layanan yang tetap andal, efisiensi penggunaan energi, hingga kontribusi terhadap penurunan emisi sektor transportasi.
Dengan skala operasional yang besar, KAI menilai penerapan biodiesel B50 tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga berkontribusi terhadap daya saing logistik nasional dan agenda keberlanjutan energi Indonesia. Diketahui, pemerintah akan memberlakukan implementasi mandatori biodiesel B50 secara nasional mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi dan transisi menuju penggunaan energi yang lebih berkelanjutan. (ANT/RAI)